Tuesday, June 16, 2015

TUGAS KELOMPOK MANAJEMEN JASA MANAJEMEN PERMINTAAN & PENAWARAN 2


                               

TUGAS KELOMPOK MANAJEMEN JASA
MANAJEMEN PERMINTAAN & PENAWARAN 2






Dosen :
Dr. I Wayan Ruspendi Junaedi, SE, MA

DISUSUN OLEH:
                        Giant Aditya Madya Perwira                   12110111081
                        Ananda Kharisma                                       12110111089
                        Ketut Alit Juliantara                                  12110111145



MANAJEMEN PERHOTELAN
FAKULTAS EKONOMIKA & HUMANIORA
UNIVERSITAS DHYANA PURA
BADUNG
2015
 KATA PENGANTAR
            Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkat rahmat-Nyalah sehingga penulis  (KelompokIV) dapat menyelesaikan makalah berjudul Manajemen Jasa - Manajemen Permintaan & Penawaran 2” . Makalah ini disusun sebagai salah satu persyaratan untuk tugas mata kuliah Manajemen Jasa dibidang studi Manajemen Perhotelan Universitas Dhyana Pura.
Penulis (KelompokIV) menyadari sepenuhnya bahwa atas segala bimbingan dan bantuan serta dorongan dari semua pihak, pada kesempatan ini izinkanlah penulis  (KelompokIV) untuk menyampaikan ucapan terimakasih kepada pihak–pihak tersebut di bawah ini :
1.      Dr. I Wayan Ruspendi Junaedi, SE, MA. Selaku dosen mata kuliah Manajemen Jasa.
2.      Semua teman-teman di kelas MP/6, khususnya MP. C/6 terima kasih atas bantuan serta dukungannya dalam penyelesaian makalahini.
Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu melimpahkan rahmatNya atas budi baik Bapak/Ibu serta rekan – rekan semua.
Penulis (KelompokIV) menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini tidak terlepas dari kekurangan yang masih jauh dari sempurna, untuk itu segala saran dan kritiksangat penulis harapkan dari kesempurnaan makalah ini. Akhir kata penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. Terima kasih
                                                                                   
Mangupura, 18 Mei 2015

       Kelompok IV

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Setiap organisasi baik profit maupun nonprofit didirikan dengan tujuan tertentu. Diantaranya meraih laba, mendapatkan pangsa pasar spesifik, mempertahankan eksistensi, meraih tingkat penjualan tertentu, mencapai tingkat pertumbuhan tertentu, memberikan pelayanan sosial, dan sebagainya.Dalam rangka merealisasikan tujuan tersebut, organisasi atau produsen berupaya menghasilkan suatu produk baik yang bersifat konkrit maupun abstrak yang kemudian ditawarkan kepada pasar individual maupun organisasional.Jenis, kuantitas, maupun kualitas produk sangat tergantung pada kompetensi inti dan kapasitas produktif organisasi.
Di lain pihak, konsumen memiliki beraneka ragam kebutuhan dan keinginan yang dapat dipenuhi dengan mengonsumsi produk tertentu. Tetapi keterbatasan daya beli dan kesediaan untuk membeli membuat tidak semua kebutuhan dan keinginan bisa direalisasikan.Oleh sebab itu, konsumen biasanya membuat skala prioritas dan berusaha mencari dan membeli produk yang dinilai paling sesuai dan memuaskan. Transaksi akan terjadi apabila kedua belah pihak (produsen dan konsumen) terlibat dalam kegiatan pertukaran nilai, dimana masing-masing pihak memberikan sesuatu yang bernilai (barang, jasa, uang, dsb). Kunci keberhasilan terjadinya transaksi ini dan juga transaksi ulang terletak pada keselarasan antara kepentingan dan tujuan kedua belah pihak.
Mengingat pentingnya pengelolaan permintaan dan penawaran produk jasa bagi perusahaan, oleh karena itu penulis menyusun makalah yang berjudul“Manajemen Permintaan dan Penawaran Jasa”.
1.2  Rumusan Masalah
1.      Apa itu metode-metode peramalan?
2.      Bagaimana  metode Kuantitatif ?
3.      Bagaimana metode Kualitatif ?
4.      Bagaimana Karakteristik penawaran dan Permintaan Jasa ?
1.3  Tujuan Pembahasan
Mengacu pada rumusan masalah di atas, maka tujuan penulis menyusun makalah ini adalah sebagai berikut.
1.      Untuk mengetahui metode-metode peramalan.
2.      Untuk mengetahui metode Kuantitatif
3.      Untuk mengetahui metode Kualitatif.
4.      Untuk mengetahui karakteristik permintaan dan penawaran jasa.




BAB II
KAJIAN PUSTAKA

2.1  Definisi Peramalan
Secara umum yang dimaksud dengan pengertian peramalan (forecasting) yaitu suatu kegiatan yang bertujuan untuk memperkirakan apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Pengertian metode peramalan yaitu suatu cara atau teknik dalam memperkirakan kejadian kejadian pada masa yang akan datang. Kegunaan dari metode peramalan adalah membantu dalam mengadakan pendekatan analisa terhadap pola data pada masa yang lalu.

2.2  Metode - metode Peramalan
v  Ciri-ciri Situasi Peramalan
Setiap Perusahaan jasa yang ingin menerapkan peramalan dalam pengambilan keputusan memiliki berbagai alternatif metode peramalan.Menurut Makridakis & Wheelwright (1989) pemilihan terhadap metode yang sesuai perlu didasarkan pada pertimbangan situasional, yaitu penyesuaian kebutuhan spesifik dengan pendekatan spesifik. Ada 6 karakteristik atau dimensi situasi perencnaan dan pengambilan keputusan yang memainkan peranan penting dalam menentukan kebutuhan yang harus dapat dipenuhi dan ditanggapi oleh peramalan agar peramalan tersebut dapat efektif.
Ø  Horison waktu
Jangka waktu berlangsungnya dampak dari suatu keputusan dan sasaran perencanaan sangat mempengaruhi pemilihan metode peramalan yang sesuai horizon waktu dapat dibagi menjadi jangka waktu segera (kurang dari satu bulan ), jangka pendek (satu hingga tiga bulan), jangka menengah (tiga bulan sampai dua tahun), dan jangka panjang (dua tahun atau lebih).

Ø  Tingkat perincian agregat
Pada umumnya semakin tinggi tingkat rincian dn frekuensinya yang diperlukan , kebutuhan akan prosedur peramalan yang terotomatisasi semakin besar, dan demikian pula sebaliknya.
Ø  Jumlah item
Semakin sedikit jumlah item yang harus diramalkan, maka semakin terperinci dan kompleks prosedur yang dipergunakan dala mempersiapkan ramalan tersebut, dan demikian pula sebaliknya.
Ø  Pengendalian versus perencanaan
Dalam pengendalian, manajemen berdasarkan kekecualian (management by exception)  merupakan prosedur yang umum. Yang dibutuhkan adalah cara untuk mengetahui sedini mungkin apabila ada proses yang berada diluar kendai ( yaitu bila pola dasar mengalami pergeseran ). Jadi metode peramalan dalam situasi seperti ini harus mampu mengenali perubahan-pperubahan dalam pola atau hubungan dasar dalam tahap dini. Sedangkan di sisi perencanaan,  umumnya diasumsikan bahwa pola yang ada akan berlanjut dimasa mendatang., sehingga penekanan utamanya adalah usaha mengidentifikasi pola tersebut dan mengekstrapolasinya kemasa yang akan datang.
Ø  Kestabilan
Meramalkan suatu situasi yang stabil sepanjang waktu sangat berbeda dengan meramalkan situasi yang berfluktuasi.Dalam situasi stabil, metode peramalan kuantitatif dapat diterapkan dan diperiksa secara berkala untuk dinilai kembali kesesuaiannya.Akan tetapi, dalam situasi yang sering berubah dan bergejolak, sangat dibutuhkan metode yang dapat berdaptasi secara terus menerus guna mencerminkan hasil terakhir dan informasi terbaru.
Ø  Prosedur perencanaan yang ada
Melembagakan setiap periode peramalan biasanya melibatkan beberapa perubahan terhadap prosedur perencanaan dan pengambilan keputusan diperusahaan.  Untuk itu pendekatan yang sesuai adalah melakukan perubahan secara bertahap terhadap prosedur yang ada saat ini, dimana sambil jalan akan diperbaharui, diperbaiki, dan disesuaikan dengan metode baru.
v  Ciri-ciri Metode Peramalan
Kemampuan & kesesuaian metode peramalan dapat dicerminkan dari 6 karakteristik berikut.
Ø  Horison waktu
Ada dua aspek horizon waktu yang berkaitan dengan setiap metode peramalan.Pertama, jangka waktu ke masa mendatang yang paling sesuai untuk setiap metode peramalan berbeda-beda.Umumnya metode peramalan kualitatif lebih banyak dipergunakan untuk peramalan jangka panjang, semenara metode peramalan kuanitatif untuk peramalan jangka menengah atau pendek.Aspek kedua adalah jumlah periode yang diinginkan untuk setiap ramalan juga bervariasi.Ada yang hanya cocok untuk beberapa periode.Bahkan ada pula pendekatan yang menggabungkan beberapa horizon waktu yang memiliki jangka waktu berbeda-beda.
Ø  Pola data
Sebagian metode peramalan didasari oleh asumsi-asumsi mengenai jenis polayang ditemukan dalam data yang diramalkan. Misalnya,beberapa serial data memiliki pola musiman dan trend, sedangkan data yang lain terdiri dari nilai rerata dengan fluktuasi random di sekitar nilai itu,dan ada pula serial data yang mengandung pola siklus.Oleh karena metode peramalan  sangat bervariasi dalam kemampuan memprediksi jenis pola yang berbeda,maka pola yang diperkirakan perlu disesuaikan dengan tekhnik yang cocok.
Ø  Biaya
Umumnya ada tiga unsur biaya yang terlibat dalam aplikasi prosedur peramalan ,yakni pengembangan,persiapan data,dan operasi actual.Ada pula biaya kesempatan (opportunity cost) dalam hal tekhnik-tekhnik lain yang mungkin diterapkan.
Ø  Akurasi
Akurasi berkaitn dengan tingkat rincian yang diperlukan daam suatu ramalan.Dalam situasi tertentu,variasi sebesar 10% mungkin sudah cukup memadai. Namun dalam situasi lain bisa jadi variasi 5% menimbulkan bencana.
Ø  Daya Tarik Intuitif, kesederhanaan, dan kemudahan aplikasi
            Umumnya hanya metode yang dipahami yang dipergunakan secara berkelanjutan oleh para pengambil keputusan.
Ø  Ketersediaan perangkat lunak komputer
Penerapan metode kuantitatif tertentu jarang sekali dimungkinkan tanpa adanya program komputer yang sesuai.program-program tersebut harus mudah digunakan,disertai dokumentasi yang lengkap,dan bebas dari kesalahan-kesalahan  besar,sehingga para manajer dapat menggunakannya dan memahami serta menginterpretasikan  hasilnya.
2.3  Jenis – Jenis Metode Peramalan
menurut Makridakis dan Wheelwright (1989) pemilihan terhadap metode yang sesuai perlu didasarkan pada pertimbangan situasional, yaitu penyesuaian kebutuhan spesifik dengan pendekatan spesifik. peramalan dibagi menjadi 2 yaitu
A.    Metode Kuantitatif
Metode Kuantitatif di bagi menjadi 2, yaitu :
1. Model seri waktu / metode deret berkala (time series)  metode yang dipergunakan untuk menganalisis serangkaian data yang merupakan fungsi dari waktu,
2. Model / metode kausal (causal/explanatory model), mengasumsikan variabel yang diramalkan menunjukkan adanya hubungan sebab akibat dengan satu atau beberapa variabel bebas (independent variable).
v  Model Seri Waktu / Metode deret berkala, terbagi menjadi :
1. Rata-rata bergerak (moving averages),
2. Penghalusan eksponensial (exponential smoothing),
3. Proyeksi trend (trend projection)
Penjelasan:
1. Rata-rata bergerak (moving averages),
·         Rata Bergerak Sederhana (simple moving averages) : bermanfaat jika diasumsikan bahwa permintaan pasar tetap stabil  :
·         Rata-Rata Bergerak Tertimbang (weighted moving averages) : apabila ada pola atau trend yang dapat dideteksi, timbangan bisa digunakan untuk menempatkan lebih banyak tekanan pada nilai baru :
2. Penghalusan eksponensial (exponential smoothing),
Penghalusan Eksponensial : metode peramalan dengan menambahkan parameter alpha dalam modelnya untuk mengurangi faktor kerandoman. Istilah eksponensial dalam metode ini berasal dari pembobotan/timbangan (faktor penghalusan dari periode-periode sebelumnya yang berbentuk eksponensial.
3. Proyeksi trend (trend projection)
Metode proyeksi trend dengan regresi, merupakan metode yang dignakan baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Metode ini merupakan garis trend untuk persamaan matematis.
v  Model / metode kausal (causal/explanatory model)
Merupakan metode peramalan yang didasarkan kepada hubungan antara variabel yang diperkirakan dengan variabel lainyang mempengaruhinya tetapi bukan waktu. Dalam prakteknya jenis metode peramalan ini terdiri dari :
1.      Metode regresi dan kolerasi, merupakan metode yang digunakan baik untuk jangka panjang maupun jangka pendek dan didasarkan kepada persamaan dengan teknik least squares yang dianalisis secara statis.
2.      Model Input Output, merupakan metode yang digunakan untuk peramalan jangka panjang yang biasa digunakan untuk menyusun trend ekonomi jangka panjang.
3.      Model ekonometri, merupakan peramalan yang digunakan untuk jangka panjang dan jangka pendek.

Peramalan menggunakan metode regresi:


Metode ini didasarkan kepada variabel yang ada dan yang akan mempengaruhi hasil peramalan.
Hal- hal yang perlu diketahu sebelum melakukan peramalan dengan metode regresi adalah mengetahui terlebih dahulu mengetahui kondisi- kondisi seperti :
1.      Adanya informasi masa lalu
2.      Informasi yang ada dapat dibuatkan dalam bentuk data (dikuantifikasikan)
3.      Diasumsikan bahwa pola data yang ada dari data masa lalu akan berkelanjutan dimasa yang akan datang.
B.     Metode Kualitatif
v  Teknik Delphi
Metode Delphi merupakan suatu teknik membuat keputusan yang dibuat oleh suatu kelompok, dimana anggotanya terdiri dari para ahli atas masalah yang akan diputuskan. Proses penetapan Metode Delphi dimulai degan identifikasi masalah yang akan dicari penyelesaiannya (Harold dkk, 1975 : 40-55). Metode Delphi yang mula-mula dikembangkan oleh Rand Corporation untuk keperluan militer, kini banyak digunakan dalam prakiraan teknologi dan banyak  bidang lain (Maassen dan Van Vought, 1984); Uniersity of Washington, 1985). Tujuan metode Delphi adalah untuk mendapatkan konsensus tentang hal-hal yang tidak mempunyai criteria obyektif (University of Washington; 1985 ; Rchel et al, 1985). Metode Delphi pada dasarnya merupakan suatu konperensi jarak jauh dengan menggunakan kuisioner.Menurut maassen dan van Vught (1984) hasil metode Delphi lebih teliti dan tingkat konsensus lebih tinggi daripada hasil pertemuan tatap muka dalam lokakarya.Hal ini disebabkan, karena sementara dalam lokakarya sebuah minoritas yang dominan dapat mendominasi diskusi dan hasil diskusi, dalam metode Delphi ketidaksetujuan justru diperhatikan.
Kesulitas dalam metode Delphi ialah untuk mendapatkan pakar/ahli/anggota panel yang berpengalaman dan menguasai bidang yang diteliti dan memberian kesediaan yang serius untuk menjadi anggota panel.

v  Analisis Dampak sebut Silang (cross-impact analysis)
Cross impact analisis adalah suatu metode yang dimaksudkan untuk merencanakan kejadian dalam sebuah grup yang dihubungkan dua kejadian. Cross impact analysis adalah metode yang membantu proses scanning bidang berjangka yang mungkin untuk mengurangi ketidak pastian. Spesifik metode cross impact terutama dijelaskan disini adalah metode cross impact systems and metrces (SMIC), yang dikembangkan di perancis pada tahun 1974 oleh Duperrin dan Godet, Saedah Siraj, (Nota Kuliah 2011).
v  Analogi Historis (historical analogies)
Merupakan teknik peramalan berdasarkan pola data masa dari produk-produk yang dapat disamakan secara analogi, misalnya peramalan untuk pengembangan pasar televisi multisistem menggunakan model permintaan televisi hitan putih atau berwana biasa. Analogi historis cenderung akan menjadi terbaik untuk penggantian produk di pasar dan apabila terdapat hubungan subtistusi langsung dari produk dalam pasar itu.Merupakan  teknik  peramalan berdasarkan pola data masa lalu dari produk-produk yang dapat disamakan secara  Analogi.
Contoh kasusnya ialah misalnya  peramalan  untuk  pengembangan  pasar  televisi multi  sistem  menggunakan  model  permintaan  televisi  hitam  putih  atau televisi berwarna biasa. Analogi historis cenderung akan menjadi terbaik untuk  penggantian  produk  di  pasar  dan apabila  terdapat  hubungan substitusi langsung dari produk dalam pasar itu.
2.4  Karakteristik permintaan dan penawaran jasa
v  Permintaan Berlebihan : dalam kondisi ini, tingkat permintaan jauh melampaui kapasitas maksimum tersedia.
v  Permintaan melampaui kapasitas optimum : dalam kondisi ini, tidak ada satupun pelanggan yang ditolak atau tidak dilayani.
v  Permintaan dan penawaran seimbang pada tingkat kapasitas optimum : staf dan fasilitas perusahaan sibuk tanpa harus memiliki beban kerja yang berlebihan, dan para pelanggan menerima jasa berkualitas tanpa ada penundaan.
v  Kapasitas Berlebihan : permintaan berada di bawah tingkat kapasitas optimum, sehingga ada sebagian sumber daya yang terbuang percuma.

2.5  Contoh Kasus
Pelayanan organisasi dan kesehatan.
organisasi kesehatan sangat banyak bergerak dibidang jasa.sementara salah satu sifat pelayanan jasa tidak tahan lama (perishable) sehingga menyesuaikan kapasitas dan permintaan pelayanan kesehatan sulit dilakukan. Penyebabnya adalah partisipasi pelanggan / pasien dalam penyampaian jasa, padahal setiap pasien bersifat unik.Sebagian besar pelayanan organisasi pelayanan kesehatan memiliki batas maksimum kapasitas produktif. Jika permintaan melampaui penawaran, maka ada kemungkinan organisasi pelayanan  kesehatan akan kehilangan sebagian pelanggannya atau pelanggan terpaksa menunggu. Kondisi ini kontras dengan keadaan bila penawaran melebihi permintaan, dimana kapasitas produktif tersebut akan hilang begitu saja karena tidak dapat disimpan. Oleh karena itu setiap organisasi pelayanan kesehatan perlu memahami faktor-faktor yang membatasi kapasitasnya dan pola permintaan yang dihadapi.





BAB III
KESIMPULAN& PENUTUP

1.      Metode - metode Peramalan terdiri dari pemilihan terhadap metode yang sesuai perlu didasarkan pada pertimbangan situasional, yaitu penyesuaian, kebutuhan spesifik dengan pendekatan spesifik
2.      Menentukan cirri-ciri metode peramalan tidak bisa dilakukan tanpa menggunakan 6 karakteristik seperti horizon waktu, pola data, biaya, akurasi, daya tarik intuitif, kesederhanaan kemudahan aplikasi, dan ketersediaan perangkat lunak computer.
3.      Dalam setiap moment  tertentu, jasa berkapasitas tetap akan menghadapi  salah satu dari empat kondisi yakni permintaan berlebihan, permintaan melampaui kapasitas optimum, permintaan dan penawaran seimbang pada tingkat kapasitas optimum, dan kapasitas berlebihan
Demikian yang bisa kami sampaikan mohon maaf apabila terjadi kesalahan.Atas segala perhatian kami ucapkan terimakasih.









Daftar Pustaka
( BAB II )
Fandy Tjiptono, 1996. Manajemen Jasa. Yogyakarta: Andi Ofset ( BAB II )


 

No comments:

Post a Comment