TUGAS KELOMPOK MANAJEMEN JASA
MANAJEMEN PERMINTAAN & PENAWARAN 2

Dosen :
Dr. I Wayan Ruspendi Junaedi,
SE, MA
DISUSUN OLEH:
Giant
Aditya Madya Perwira 12110111081
Ananda Kharisma 12110111089
Ketut Alit
Juliantara 12110111145
MANAJEMEN PERHOTELAN
FAKULTAS EKONOMIKA & HUMANIORA
UNIVERSITAS DHYANA PURA
BADUNG
2015
KATA
PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada
Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkat rahmat-Nyalah sehingga penulis (KelompokIV) dapat menyelesaikan makalah berjudul “Manajemen Jasa - Manajemen Permintaan &
Penawaran
2”
. Makalah ini disusun sebagai salah satu persyaratan untuk tugas mata kuliah Manajemen Jasa dibidang
studi Manajemen Perhotelan Universitas Dhyana Pura.
Penulis
(KelompokIV)
menyadari sepenuhnya bahwa atas segala bimbingan dan bantuan serta dorongan dari
semua pihak, pada kesempatan ini izinkanlah penulis (KelompokIV) untuk menyampaikan ucapan terimakasih kepada
pihak–pihak tersebut di bawah ini :
1. Dr. I Wayan Ruspendi Junaedi, SE, MA. Selaku dosen mata kuliah
Manajemen
Jasa.
2. Semua
teman-teman di kelas MP/6, khususnya MP. C/6
terima kasih atas bantuan serta dukungannya dalam penyelesaian makalahini.
Semoga
Tuhan Yang Maha Esa selalu melimpahkan rahmatNya atas budi baik Bapak/Ibu serta
rekan – rekan semua.
Penulis
(KelompokIV) menyadari sepenuhnya
bahwa makalah ini tidak terlepas
dari kekurangan yang masih jauh dari sempurna, untuk itu segala saran dan kritiksangat penulis harapkan dari
kesempurnaan makalah
ini. Akhir kata penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.
Terima kasih
Mangupura, 18 Mei 2015
Kelompok IV
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Setiap organisasi baik
profit maupun nonprofit didirikan dengan tujuan tertentu. Diantaranya meraih
laba, mendapatkan pangsa pasar spesifik, mempertahankan eksistensi, meraih
tingkat penjualan tertentu, mencapai tingkat pertumbuhan tertentu, memberikan
pelayanan sosial, dan sebagainya.Dalam rangka merealisasikan tujuan tersebut,
organisasi atau produsen berupaya menghasilkan suatu produk baik yang bersifat
konkrit maupun abstrak yang kemudian ditawarkan kepada pasar individual maupun
organisasional.Jenis, kuantitas, maupun kualitas produk sangat tergantung pada
kompetensi inti dan kapasitas produktif organisasi.
Di lain pihak, konsumen
memiliki beraneka ragam kebutuhan dan keinginan yang dapat dipenuhi dengan
mengonsumsi produk tertentu. Tetapi keterbatasan daya beli dan kesediaan untuk
membeli membuat tidak semua kebutuhan dan keinginan bisa direalisasikan.Oleh
sebab itu, konsumen biasanya membuat skala prioritas dan berusaha mencari dan
membeli produk yang dinilai paling sesuai dan memuaskan. Transaksi akan terjadi
apabila kedua belah pihak (produsen dan konsumen) terlibat dalam kegiatan
pertukaran nilai, dimana masing-masing pihak memberikan sesuatu yang bernilai
(barang, jasa, uang, dsb). Kunci keberhasilan terjadinya transaksi ini dan juga
transaksi ulang terletak pada keselarasan antara kepentingan dan tujuan kedua
belah pihak.
Mengingat pentingnya
pengelolaan permintaan dan penawaran produk jasa bagi perusahaan, oleh karena
itu penulis menyusun makalah yang berjudul“Manajemen Permintaan dan Penawaran
Jasa”.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa itu metode-metode
peramalan?
2.
Bagaimana
metode Kuantitatif ?
3.
Bagaimana
metode Kualitatif ?
4. Bagaimana Karakteristik
penawaran dan Permintaan Jasa ?
1.3 Tujuan Pembahasan
Mengacu pada rumusan masalah di atas, maka tujuan
penulis menyusun makalah ini adalah sebagai berikut.
1. Untuk
mengetahui metode-metode peramalan.
2. Untuk
mengetahui metode Kuantitatif
3. Untuk
mengetahui metode Kualitatif.
4.
Untuk mengetahui karakteristik
permintaan dan penawaran jasa.
BAB
II
KAJIAN
PUSTAKA
2.1 Definisi
Peramalan
Secara umum yang dimaksud dengan pengertian
peramalan (forecasting) yaitu suatu kegiatan yang bertujuan untuk
memperkirakan apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Pengertian metode
peramalan yaitu suatu cara atau teknik dalam memperkirakan kejadian kejadian
pada masa yang akan datang. Kegunaan dari metode peramalan adalah membantu
dalam mengadakan pendekatan analisa terhadap pola data pada masa yang lalu.
2.2 Metode
- metode Peramalan
v Ciri-ciri Situasi Peramalan
Setiap
Perusahaan jasa yang ingin menerapkan peramalan dalam pengambilan keputusan
memiliki berbagai alternatif metode peramalan.Menurut Makridakis &
Wheelwright (1989) pemilihan terhadap metode yang sesuai perlu didasarkan pada
pertimbangan situasional, yaitu penyesuaian kebutuhan spesifik dengan
pendekatan spesifik. Ada 6 karakteristik atau dimensi situasi perencnaan dan
pengambilan keputusan yang memainkan peranan penting dalam menentukan kebutuhan
yang harus dapat dipenuhi dan ditanggapi oleh peramalan agar peramalan tersebut
dapat efektif.
Ø Horison waktu
Jangka
waktu berlangsungnya dampak dari suatu keputusan dan sasaran perencanaan sangat
mempengaruhi pemilihan metode peramalan yang sesuai horizon waktu dapat dibagi
menjadi jangka waktu segera (kurang dari satu bulan ), jangka pendek (satu
hingga tiga bulan), jangka menengah (tiga bulan sampai dua tahun), dan jangka
panjang (dua tahun atau lebih).
Ø Tingkat perincian agregat
Pada
umumnya semakin tinggi tingkat rincian dn frekuensinya yang diperlukan ,
kebutuhan akan prosedur peramalan yang terotomatisasi semakin besar, dan
demikian pula sebaliknya.
Ø Jumlah item
Semakin
sedikit jumlah item yang harus diramalkan, maka semakin terperinci dan kompleks
prosedur yang dipergunakan dala mempersiapkan ramalan tersebut, dan demikian
pula sebaliknya.
Ø Pengendalian versus perencanaan
Dalam
pengendalian, manajemen berdasarkan kekecualian (management by exception) merupakan prosedur yang umum. Yang dibutuhkan
adalah cara untuk mengetahui sedini mungkin apabila ada proses yang berada
diluar kendai ( yaitu bila pola dasar mengalami pergeseran ). Jadi metode
peramalan dalam situasi seperti ini harus mampu mengenali perubahan-pperubahan
dalam pola atau hubungan dasar dalam tahap dini. Sedangkan di sisi perencanaan, umumnya diasumsikan bahwa pola yang ada akan
berlanjut dimasa mendatang., sehingga penekanan utamanya adalah usaha
mengidentifikasi pola tersebut dan mengekstrapolasinya kemasa yang akan datang.
Ø Kestabilan
Meramalkan
suatu situasi yang stabil sepanjang waktu sangat berbeda dengan meramalkan
situasi yang berfluktuasi.Dalam situasi stabil, metode peramalan kuantitatif
dapat diterapkan dan diperiksa secara berkala untuk dinilai kembali
kesesuaiannya.Akan tetapi, dalam situasi yang sering berubah dan bergejolak, sangat
dibutuhkan metode yang dapat berdaptasi secara terus menerus guna mencerminkan
hasil terakhir dan informasi terbaru.
Ø Prosedur perencanaan yang ada
Melembagakan
setiap periode peramalan biasanya melibatkan beberapa perubahan terhadap
prosedur perencanaan dan pengambilan keputusan diperusahaan. Untuk itu pendekatan yang sesuai adalah
melakukan perubahan secara bertahap terhadap prosedur yang ada saat ini, dimana
sambil jalan akan diperbaharui, diperbaiki, dan disesuaikan dengan metode baru.
v Ciri-ciri
Metode Peramalan
Kemampuan & kesesuaian metode peramalan dapat
dicerminkan dari 6 karakteristik berikut.
Ø Horison waktu
Ada
dua aspek horizon waktu yang berkaitan dengan setiap metode peramalan.Pertama,
jangka waktu ke masa mendatang yang paling sesuai untuk setiap metode peramalan
berbeda-beda.Umumnya metode peramalan kualitatif lebih banyak dipergunakan
untuk peramalan jangka panjang, semenara metode peramalan kuanitatif untuk
peramalan jangka menengah atau pendek.Aspek kedua adalah jumlah periode yang
diinginkan untuk setiap ramalan juga bervariasi.Ada yang hanya cocok untuk
beberapa periode.Bahkan ada pula pendekatan yang menggabungkan beberapa horizon
waktu yang memiliki jangka waktu berbeda-beda.
Ø Pola data
Sebagian
metode peramalan didasari oleh asumsi-asumsi mengenai jenis polayang ditemukan
dalam data yang diramalkan. Misalnya,beberapa serial data memiliki pola musiman
dan trend, sedangkan data yang lain terdiri dari nilai rerata dengan fluktuasi
random di sekitar nilai itu,dan ada pula serial data yang mengandung pola
siklus.Oleh karena metode peramalan
sangat bervariasi dalam kemampuan memprediksi jenis pola yang
berbeda,maka pola yang diperkirakan perlu disesuaikan dengan tekhnik yang
cocok.
Ø Biaya
Umumnya ada tiga
unsur biaya yang terlibat dalam aplikasi prosedur peramalan ,yakni
pengembangan,persiapan data,dan operasi actual.Ada pula biaya kesempatan (opportunity cost) dalam hal
tekhnik-tekhnik lain yang mungkin diterapkan.
Ø Akurasi
Akurasi berkaitn dengan tingkat rincian
yang diperlukan daam suatu ramalan.Dalam situasi tertentu,variasi sebesar 10%
mungkin sudah cukup memadai. Namun dalam situasi lain bisa jadi variasi 5%
menimbulkan bencana.
Ø Daya Tarik Intuitif, kesederhanaan,
dan kemudahan aplikasi
Umumnya hanya
metode yang dipahami yang dipergunakan secara berkelanjutan oleh para pengambil
keputusan.
Ø Ketersediaan perangkat lunak
komputer
Penerapan metode kuantitatif tertentu
jarang sekali dimungkinkan tanpa adanya program komputer yang
sesuai.program-program tersebut harus mudah digunakan,disertai dokumentasi yang
lengkap,dan bebas dari kesalahan-kesalahan
besar,sehingga para manajer dapat menggunakannya dan memahami serta
menginterpretasikan hasilnya.
2.3 Jenis – Jenis Metode Peramalan
menurut Makridakis dan Wheelwright
(1989) pemilihan terhadap metode yang sesuai perlu didasarkan pada pertimbangan
situasional, yaitu penyesuaian kebutuhan spesifik dengan pendekatan spesifik.
peramalan dibagi menjadi 2 yaitu
A.
Metode
Kuantitatif
Metode
Kuantitatif di bagi menjadi 2, yaitu :
1. Model
seri waktu / metode deret berkala (time series)
metode yang dipergunakan untuk menganalisis serangkaian data yang merupakan
fungsi dari waktu,
2. Model
/ metode kausal (causal/explanatory model), mengasumsikan variabel yang diramalkan
menunjukkan adanya hubungan sebab akibat dengan satu atau beberapa variabel
bebas (independent variable).
v Model Seri Waktu / Metode deret
berkala, terbagi menjadi :
1. Rata-rata bergerak (moving averages),
2. Penghalusan eksponensial (exponential smoothing),
3. Proyeksi trend (trend
projection)
Penjelasan:
1. Rata-rata
bergerak (moving averages),
·
Rata Bergerak Sederhana (simple moving averages) : bermanfaat jika diasumsikan bahwa
permintaan pasar tetap stabil :
·
Rata-Rata Bergerak Tertimbang (weighted moving averages) : apabila ada pola atau trend yang dapat
dideteksi, timbangan bisa digunakan untuk menempatkan lebih banyak tekanan pada
nilai baru :
2. Penghalusan
eksponensial (exponential smoothing),
Penghalusan Eksponensial : metode peramalan dengan menambahkan
parameter alpha dalam modelnya untuk mengurangi faktor kerandoman. Istilah
eksponensial dalam metode ini berasal dari pembobotan/timbangan (faktor
penghalusan dari periode-periode sebelumnya yang berbentuk eksponensial.
3. Proyeksi
trend (trend projection)
Metode proyeksi trend dengan regresi, merupakan metode yang dignakan
baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Metode ini merupakan garis
trend untuk persamaan matematis.
v
Model / metode kausal (causal/explanatory model)
Merupakan metode peramalan yang didasarkan kepada
hubungan antara variabel yang diperkirakan dengan variabel lainyang
mempengaruhinya tetapi bukan waktu. Dalam prakteknya jenis metode peramalan ini
terdiri dari :
1.
Metode
regresi dan kolerasi, merupakan metode yang digunakan baik untuk jangka panjang
maupun jangka pendek dan didasarkan kepada persamaan dengan teknik least
squares yang dianalisis secara statis.
2.
Model
Input Output, merupakan metode yang digunakan untuk peramalan jangka panjang
yang biasa digunakan untuk menyusun trend ekonomi jangka panjang.
3.
Model
ekonometri, merupakan peramalan yang digunakan untuk jangka panjang dan jangka
pendek.
Peramalan menggunakan metode regresi:
Metode
ini didasarkan kepada variabel yang ada dan yang akan mempengaruhi hasil
peramalan.
Hal- hal yang perlu diketahu sebelum melakukan
peramalan dengan metode regresi adalah mengetahui terlebih dahulu mengetahui
kondisi- kondisi seperti :
1.
Adanya
informasi masa lalu
2.
Informasi
yang ada dapat dibuatkan dalam bentuk data (dikuantifikasikan)
3.
Diasumsikan
bahwa pola data yang ada dari data masa lalu akan berkelanjutan dimasa yang
akan datang.
B.
Metode
Kualitatif
v Teknik
Delphi
Metode
Delphi merupakan suatu teknik membuat keputusan yang dibuat oleh suatu
kelompok, dimana anggotanya terdiri dari para ahli atas masalah yang akan
diputuskan. Proses penetapan Metode Delphi dimulai degan identifikasi masalah
yang akan dicari penyelesaiannya (Harold dkk, 1975 : 40-55). Metode Delphi yang mula-mula
dikembangkan oleh Rand Corporation untuk keperluan militer, kini banyak
digunakan dalam prakiraan teknologi dan banyak bidang lain (Maassen dan
Van Vought, 1984); Uniersity of Washington, 1985). Tujuan metode Delphi adalah
untuk mendapatkan konsensus tentang hal-hal yang tidak mempunyai criteria
obyektif (University of Washington; 1985 ; Rchel et al, 1985). Metode Delphi
pada dasarnya merupakan suatu konperensi jarak jauh dengan menggunakan kuisioner.Menurut
maassen dan van Vught (1984) hasil metode Delphi lebih teliti dan tingkat
konsensus lebih tinggi daripada hasil pertemuan tatap muka dalam lokakarya.Hal
ini disebabkan, karena sementara dalam lokakarya sebuah minoritas yang dominan
dapat mendominasi diskusi dan hasil diskusi, dalam metode Delphi
ketidaksetujuan justru diperhatikan.
Kesulitas
dalam metode Delphi ialah untuk mendapatkan pakar/ahli/anggota panel yang
berpengalaman dan menguasai bidang yang diteliti dan memberian kesediaan yang serius
untuk menjadi anggota panel.
v Analisis
Dampak sebut Silang (cross-impact analysis)
Cross
impact analisis adalah suatu metode yang dimaksudkan
untuk merencanakan kejadian dalam sebuah grup yang dihubungkan dua kejadian.
Cross impact analysis adalah metode yang membantu proses scanning bidang
berjangka yang mungkin untuk mengurangi ketidak pastian. Spesifik metode cross
impact terutama dijelaskan disini adalah metode cross impact systems and metrces (SMIC), yang dikembangkan di
perancis pada tahun 1974 oleh Duperrin dan Godet, Saedah Siraj, (Nota Kuliah
2011).
v Analogi
Historis (historical analogies)
Merupakan teknik peramalan berdasarkan
pola data masa dari produk-produk yang dapat disamakan secara analogi, misalnya
peramalan untuk pengembangan pasar televisi multisistem menggunakan model
permintaan televisi hitan putih atau berwana biasa. Analogi historis cenderung
akan menjadi terbaik untuk penggantian produk di pasar dan apabila terdapat
hubungan subtistusi langsung dari produk dalam pasar itu.Merupakan
teknik peramalan berdasarkan pola data masa lalu dari produk-produk yang
dapat disamakan secara Analogi.
Contoh kasusnya ialah misalnya
peramalan untuk pengembangan pasar televisi multi
sistem menggunakan model permintaan televisi
hitam putih atau televisi berwarna biasa. Analogi historis
cenderung akan menjadi terbaik untuk penggantian produk
di pasar dan apabila terdapat hubungan substitusi
langsung dari produk dalam pasar itu.
2.4 Karakteristik permintaan dan
penawaran jasa
v Permintaan Berlebihan
: dalam kondisi ini, tingkat permintaan jauh melampaui kapasitas maksimum
tersedia.
v Permintaan melampaui
kapasitas optimum : dalam kondisi ini, tidak ada satupun
pelanggan yang ditolak atau tidak dilayani.
v Permintaan dan
penawaran seimbang pada tingkat kapasitas optimum
: staf dan fasilitas perusahaan sibuk tanpa harus memiliki beban kerja yang
berlebihan, dan para pelanggan menerima jasa berkualitas tanpa ada penundaan.
v Kapasitas Berlebihan
: permintaan berada di bawah tingkat kapasitas optimum, sehingga ada sebagian
sumber daya yang terbuang percuma.
2.5 Contoh Kasus
Pelayanan
organisasi dan kesehatan.
organisasi
kesehatan sangat banyak bergerak dibidang jasa.sementara salah satu sifat
pelayanan jasa tidak tahan lama (perishable) sehingga menyesuaikan
kapasitas dan permintaan pelayanan kesehatan sulit dilakukan. Penyebabnya
adalah partisipasi pelanggan / pasien dalam penyampaian jasa, padahal setiap
pasien bersifat unik.Sebagian besar pelayanan organisasi pelayanan kesehatan
memiliki batas maksimum kapasitas produktif. Jika permintaan melampaui
penawaran, maka ada kemungkinan organisasi pelayanan kesehatan akan kehilangan sebagian
pelanggannya atau pelanggan terpaksa menunggu. Kondisi ini kontras dengan
keadaan bila penawaran melebihi permintaan, dimana kapasitas produktif tersebut
akan hilang begitu saja karena tidak dapat disimpan. Oleh karena itu setiap
organisasi pelayanan kesehatan perlu memahami faktor-faktor yang membatasi
kapasitasnya dan pola permintaan yang dihadapi.
BAB III
KESIMPULAN& PENUTUP
1. Metode - metode Peramalan terdiri dari pemilihan
terhadap metode yang sesuai perlu didasarkan pada pertimbangan situasional,
yaitu penyesuaian, kebutuhan spesifik dengan pendekatan spesifik
2. Menentukan
cirri-ciri metode peramalan tidak bisa dilakukan tanpa menggunakan 6
karakteristik seperti horizon waktu, pola data, biaya, akurasi, daya tarik
intuitif, kesederhanaan kemudahan aplikasi, dan ketersediaan perangkat lunak
computer.
3. Dalam
setiap moment tertentu, jasa
berkapasitas tetap akan menghadapi salah
satu dari empat kondisi yakni permintaan berlebihan, permintaan melampaui
kapasitas optimum, permintaan dan penawaran seimbang pada tingkat kapasitas
optimum, dan kapasitas berlebihan
Demikian
yang bisa kami sampaikan mohon maaf apabila terjadi kesalahan.Atas segala
perhatian kami ucapkan terimakasih.
Daftar
Pustaka
https://vebyenandes.wordpress.com/2013/03/27/manajemen-industri-metode-peramalan-forecasting/
(BAB II )
(
BAB II )
Fandy
Tjiptono, 1996. Manajemen Jasa. Yogyakarta: Andi Ofset ( BAB II )
No comments:
Post a Comment