Wednesday, May 13, 2015

5. Peluang Bisnis E-Commerce di Indonesia

Peluang Bisnis E-commerce di Indonesia
Potensi dan peluang usaha atau bisnis di Indonesia yang dapat dikembangkan atau dipasarkan melalui e-commerce yaitu pesatnya perkembangan teknologi peradaban global telah berimbas pada perubahan tingkah laku komersil konsumen.Perkembangan teknologi komunikasi melalui Internet dan kecepatan aliran informasi yang secepat kilat telah melahirkan preferensi konsumen untuk berbelanja di toko online.E-commerce telah menjadi salah satu bidang bisnis dengan potensi dan ekspektasi pertumbuhan yang sangat besar.
Tak dapat dipungkiri Indonesia merupakan salah satu negara yang terpengaruh dengan tren ini. Berdasarkan riset SAP yang berpusat di London pada Agustus 2013 lalu, sebanyak 70 persen responden di Asia-Pasifik mulai hobi berbelanja barang maupun jasa secara online dalam dua belas bulan terakhir. Hasil hampir serupa juga dirilis oleh Mindshare mengenai motivasi online di 33 negara di seluruh dunia pada Agustus lalu.Indonesia duduk di peringkat ke-13 dalam hal motivasi penggunaan media digital untuk transaksi komersil.
E-commerce mengubah acuan bermain para pelaku bisnis.Banyak pelaku bisnis yang diuntungkan dengan adanya situs-situs yang mampu memayungi transaski bisnis mereka, termasuk di Indonesia. Kaskus, yang berdiri sejak 1999 hanya sebagai sebuah forum online dulunya, dengan jumlah pengguna mencapai lima juta orang dan nilai transaksi mencapai Rp575 milyar telah menjadi salah satu penyedia e-commerce terbesar di Indonesia. Pelaku bisnis ini juga mulai mengalihkan tampuk bisnis mereka melalui e-commerce. Pasar e-commerce Indonesia kini diramaikan oleh bank, seperti Citibank (Belibarang.com), BNI (Blandja.com), dan Bank Mandiri (Tokone.com), yang juga menyediakan situs jual beli online.
Bidang bisnis yang cukup diminati untuk dikembangkan dengan e-commerce di Indonesia adalah fashion.Banyak perusahaan ritel yang mencoba peruntungan baru dengan mendirikan toko online yang digunakan sebagai sarana untuk memasarkan, mempromosikan, dan mengolah transaksi yang ada. Ethnicity, Bobobobo, Cotton Ink, dan Dresscodes adalah beberapa nama yang saat ini cukup memberikan pengaruh dalam bangkitnya fashion Indonesia melalui e-commerce. Akan tetapi, e-commerce bukan berarti menjadikan bisnis selalu berjalan lancar tanpa sandungan. Menurut pendiri Dresscodes, Cindy Mulyasasmita, seperti yang dimuat dalam Jakarta Globe, orang Indonesia mempunyai kecenderungan untuk perlu mencoba dan melihat langsung pakaian yang hendak mereka beli, walaupun semua proses dapat dilakukan hanya dengan satu klik mouse. Tantangan yang harus dihadapi adalah bagaimana mendidik dan memberitahukan kepada masyarakat bahwa berbelanja online itu nyaman.Foto produk dari berbagai sudut dan deskripsi produk yang tertera tidaklah cukup.Oleh sebab itu, penggunaan media sosial untuk komunikasi dimanfaatkan untuk berinteraksi langsung dengan calon pembeli untuk membuat mereka cukup nyaman dan percaya untuk berbelanja. Namun, hal hanya menjadi suatu tantangan strategi pemasaran yang tidak akan terlalu menjadi hambatan untuk perkembangan e-commerce secara keseluruhan.
Bukti lain sedang berkembangnya e-commerce adalah Tokopedia, salah satu e-commerce yang sangat berkembang di Indonesia, baru-baru ini menerima suntikan investasi sebesar $100 juta atau Rp. 1,2 triliun dari Softbank dan Sequoia Capital. Pendanaan ini menjadikan Tokopedia sebagai start-up e-commerce dengan investasi terbesar di Indonesia.
Karir di bidang bisnis pengembangan e-commerce tidak dapat diragukan lagi telah menjelma menjadi salah satu karir yang sangat menjanjikan. Layanan pembuatan situs untuk jual beli online, analisis proses bisnis online, dan periklanan online dipilih karena pangsa pasar yang luas dan menjanjikan. Beberapa karir yang secara spesifik dapat dipilih di bisnis pengembangan e-commerce adalah:
1.      Web programmer
Web programmer bertanggung jawab dalam pemograman web. Kemampuan yang dimilikinya berkaitan erat dengan bahasa pemograman web, seperti HTML, OHO, dan Javascript.
2.      Web system analyst
Web system analyst bertugas merancang sistem dan memastikan sistem memenuhi kebutuhan pengguna.
3.      Business analyst
Business analyst berfokus pada perancangan solusi untuk permasalahan bisnis, bertatap muka langsung dengan pengguna untuk menunjukkan dan menjelaskan bagaimana teknologi informasi dan komunikasi dapat berguna secara inovatif.
4.       Web database administrator
Web database administrator bertanggung jawab mengelolah dan memelihara database yang digunakan dalam web.
5.       Web designer
Web designer merancang antarmuka web yang efektif dan tidak membingungkan pengguna.
Amazon.com situs yang ia dirikan berhasil menduduki dunia e-commerce dan berkembang dari hanya menjual buku menjadi menjual banyak sekali jenis barang ke seluruh dunia.
Tegasnya, e-commerce menjadi jembatan besi bagi bisnis di Indonesia untuk berpindah dari konsep bisnis konvensional menjadi bisnis global dengan layanan tak pernah tidur. Jadi, karir di bidang ini akan selalu terbuka bagi para praktisi teknologi.

4. Efektifitas Bisnis Menggunakan E-Commerce


Efektifitas Bisnis Menggunakan E-commerce
Efisiensi dan efektifitas bisnis dalam menggunakan E-Commerce yaitu perdagangan secara eletronik menawarkan kepada UKM keuntungan jangka pendek dan jangka panjang. Perdagangan elektronik tidak hanya membuka pasar baru bagi produk dan/atau jasa yang ditawarkan, mencapai konsumen baru, tetapi juga dapat mempermudah cara UKM  melakukan bisnis. Disamping itu, perdagangan elektronik juga sangat bermanfaat bagi pelanggan/konsumen dan masyarakat umum. Secara umum, ada berbagai manfaat lain saat melakukan perdagangan elektronik.
Menurut Sholekan (2009;17), manfaat lain itu adalah sebagai berikut:
A.    Keuntungan bagi perusahaan
·         Memperpendek jarak
Perusahaan dapat lebih mendekatkan diri dengan konsumen.Dengan hanya meng-klik tautan-tautan yang ada pada situs, konsumen dapat menuju ke perusahaan dimanapun saat mereka berada.
·         Perluasan pasar
Jangkauan pemasaran menjadi semakin luas dan tidak terbatas oleh area geografis dimanapun perusahaan berada.
·         Perluasan jaringan mitra bisnis
Pada perdangan tradisional, sangat sulit bagi suatu perusahaan untuk mengetahui posisi geografis mitra kerjanya yang berada di negara lain atau benua lain. Bagaimanapun juga, mitra kerja sangat penting untuk konsultasi dan kerjasama baik teknis maupun non-teknis.Dengan adanya perdagangan elektronik lewat jaringan internet, hal tersebut bukan menjadi masalah yang besar lagi.
·         Efisiensi
Seperti disinggung di bagian sebelumnya, perdagangan elektronik akan sangat memangkas biaya operasional. Perusahaan yang berdagang secara eletronik tidak membutuhkan  kantor dan toko yang besar, menghemat kertas yang digunakan untku transaksi, periklanan, serta pencatatan. Selain itu, perdagangan elektronik juga sangat efisien dari sudut waktu yang digunakan.Pencarian informasi produk dan transaksi dapat dilakukan lebih cepat dan akurat.
B.     Keuntungan bagi konsumen
·         Efektif
Konsumen dapat memperoleh informasi tentang produk yang dibutuhkannya dan bertransaksi dengan cara yang cepat dan murah.
·         Aman secara fisik
Konsumen tidak perlu mendatangi toko tempat perusahaan menjajakan barangnya dan ini memungkinkan konsumen dapat bertransaksi dengan aman, sebab di daerah tertentu mungkin sangat berbahaya jika berkendaraan dan membawa uang tunai dalam jumlah yang besar.
·         Fleksibel
Konsumen dapat melakukan transaksi dari berbagai lokasi, baik dari rumah, kantor, warnet, atau tempat lainnya. Konsumen juga tidak perlu berdandan rapi seperti pada perdagangan tradisional umumnya.
C.     Keuntungan bagi masyarakat umum
·         Mengurangi polusi dan pencemaran lingkungan
Dengan adanya perdagangan elektronik yang dapat dilakukan dimana saja, konsumen tidak perlu melakukan perjalanan ke toko, dimana hal ini pada gilirannya akan mengurangi jumlah kendaraan yang berlalu lalang di jalanan. Berkurangnya kendaraan di jalanan berarti menghemat bahan bakar dan mengurangi tingkat polusi udara sebab gas-gas buangan kendaraan bermotor dapat mencemari lingkungan.
·         Membuka peluang kerja baru
Era perdagangan elektronik akan membuka peluang kerja baru bagi mereka yang tidak buta teknologi. Muncul pekerjaan baru seperti pemrograman komputer, perancangan web, ahli di bidang basis data, analisis sistem, ahli di bidang jaringan komputer, dan sebagainya.
·         Menguntungkan dunia akademis
Berubahnya pola hidup masyarakat dengan hadirnya perdagangan elektronik, kalangan akademisi akan semakin diperkaya dengan kajian-kajian psikologis, antropologis, sosial-budaya, dan sebagainya yang berkaitan dengan dunia maya. Selain itu, dampak langsung dari hadirnya internet secara langsung akan menantang kiprah ilmuwan di bidang teknik komputer, teknik telekomunikasi, elektronika, pengembangan perangkat lunak dan sebagainya.
·         Meningkatkan kualitas sumber daya manusia
Perdagangan elektronik, seperti juga teknologi komputer pada umumnya, hanya dapat dilakukan oleh orang yang tidak gagap teknologi, sehingga pada gilirannya akan merangsang orang-orang untuk mempelajari teknologi komputer demi kepentingan mereka sendiri. Selain itu, dalam melakukan perdagangan elektronik, seseorang suatu saat mungkin akan tersesat ke situs-situs berkualitas yang akan meningkatkan pemahaman orang yang bersangkutan.
Dalam banyak kasus, sebuah perusahaan e-commerce bisa bertahan tidak hanya mengandalkan kekuatan produk saja, tapi dengan adanya tim manajemen yang handal, pengiriman yang tepat waktu, pelayanan yang bagus, struktur organisasi bisnis yang baik, jaringan infrastruktur dan keamanan, desain situs web yang bagus, beberapa faktor yang termasuk:
1.      Menyediakan harga kompetitif
2.      Menyediakan jasa pembelian yang tanggap, cepat, dan ramah.
3.      Menyediakan informasi barang dan jasa yang lengkap dan jelas.
4.       Menyediakan banyak bonus seperti kupon, penawaran istimewa, dan diskon.
5.      Memberikan perhatian khusus seperti usulan pembelian.
6.      Menyediakan rasa komunitas untuk berdiskusi, masukan dari pelanggan, danlain-lain.
7.      Mempermudah kegiatan perdagangan.
Manfaat yang dirasakan perusahaan khususnya untuk kepentingan pelanggan memperlihatkan bahwa e-commerce dapat memberikan manfaat antaralain:
1.             Mendapatkan pelanggan baru. Studi yang menyebutkan bahwa manfaat penggunaan e-commerce dalam bisnis adalah mendapatkan pelanggan baru dikemukakan oleh Hamill da Gregory, 1997 dan Swatman, 1999 serta Hoffmandan Novak, 2000. Digunakannya e-commerce memungkinkan perusahaan tersebut mendapatkan pelanggan baru baik itu yang berasal dari pasar domestik maupun pasar luar negeri.
2.              Menarik konsumen untuk tetap bertahan. Studi yang dilakukan oleh Daniel &Storey, 1997 di industri perbakan menemukan bahwa dengan adanya layanan ebanking membuat nasabah tidak berpindah ke bank lain. Selain itu bank juga akan mendapatkan pelanggan baru yang berasal dari bank- bank yang bertahan dengan teknologi lama.
3.              Meningkatkan mutu layanan. Dengan adanya e-commerce memungkinkan perusahaan dapat meningkatkan layanan dengan melakukan interaksi yang lebih personal sehingga dapat memberikan informasinya sesuai dengan apa yang diinginkan oleh konsumen. Studi yang menyebutkan bahwa penggunaan e-commerce dapat bermanfaat untuk meningkatkan mutu layanan ini dikemukakan oleh Gosh, 1998.
4.             Melayani konsumen tanpa batas waktu. Studi yang dilakukan oleh Daniel &Storey, 1997 menemukan bahwa adanya pelanggan dapat melakukan transaksi dan memanfaatkan layanan suatu perusahaan tanpa harus terikat dengan waktu tutup ataupun buka dari suatu perusahaan tersebut.
E-commerce memberikan pilihan kepada produsen tentang jenis usaha dan skala usaha yang akan dikembangkan. Dengan mengimplementasikan teknologi informasi e-commerce, produsen dapat memilih untuk mengembangkan target pasar kepada pasar global atau hanya fokus terhadap segmen pasar tertentu.Bagi usaha kecil dan menengah, dengan menggunakan e-commerce dapat menawarkan sesuatu yang berkualitas dan terjangkau serta memiliki kepercayaan diri menghadapi pesaing.Biaya tidak kemudian menjadi kendala utama, tetapi yang terpenting bagaimana usaha kecil dan menengah dapat menunjukkan produk atau jasa yang ditawarkan melalui web sitenya dan dapat dilakukan melalui penjualan secara online (Rizal, 2011).
Dengan menggunakan e-commerce, produsen dapat merubah daftar harga atau melakukan kustomisasi produk atau jasa yang ditawarkan dan terinformasikan secara cepat melalui website.Sesuatu yang biasanya memerlukan waktu yang lama untuk dilaksanakan atau diintegrasikan, dengan e-commerce menjadi lebih cepat.Melakukan model usaha yang inovatif atau melakukan re-engineering, melaksanakan spesialisasi dengan derajat yang tinggi atau meningkatkan produktivitas dan perhatian terhadap pelanggan, bukan sesuatuyang tidak mungkin dengan e-commerce.E-commerce juga bermanfaat dalam membangun database pelanggan yang komprehensif.Produsen dapat mempunyai informasi tentang pola pemesanan yang dilakukan pelanggan dan mengelolanya sebagai informasi yang berharga. Database tersebut akan membantu produsen saat melakukan pemasaran dan strategi promosi agar dapat tepat sasaran.
Dalam konteks hubungan dengan mitra bisnis, e-commerce membantu dalam mengurangi inefisiensi yang mungkin terjadi dalam rantai penawaran, mengurangi kebutuhan untuk membuat inventory dan menghindari keterlambatan pengiriman. Sehingga produsen mempunyai kepercayaan diri tentang usaha yang dijalankan dalam melakukan kerjasama dengan pemasok dan perusahaan jasa. E-commerce secara inherent akan menyederhanakan dan mengotomatisasi proses bisnis yang mendukung, menggabungkan dengan kecepatan dan efisiensi dalam kegiatan usaha. Dalam hubungannya dengan pelanggan, e-commerce membantudalam menfasilitasi kegiatan pembelian yang nyaman.E-commerce dapat menghemat waktu pelanggan dibandingkan jika pelanggan tersebut melakukan pembelian secara off-line.Seringkali pelanggan membayar lebih murah untuk harga produk tertentu dibandingkan jika pelanggan membelinya secara off-line.Meskipun memiliki beberapa keuntungan, penggunaan e-commerce juga menghadapi kendala. Melakukan kegiatan transaksi secara online berarti pelanggan akan terpaksa menyediakan sejumlah informasi pribadi yang dipersyaratkan oleh penjual. Persyaratan ini tentunya dapat mengganggu kerahasiaan dan menimbulkan issu tentang keamanan dari informasi yang disediakan. Protokol untuk proses tertentu yang belum standard, pita lebar (bandwith) telekomunikasi yang terbatas dan keterbatasan software yang digunakan, merupakan beberapa isu teknis yang mengakibatkan e-commerce masih kurang terintegrasi dengan sistem IT yang kontemporer. Disamping kendala teknis, issu non teknis juga menjadi kendala dalam penggunaan e-commerce. Masih banyak pembeli yang tidak percaya dan susah merubah kebiasaannya untuk bertransaksi tanpa bertemu langsung dengan penjualnya dan menggunakan kertas yang terbatas (paperless). Menurut Marhum Djauhari(2009), berdasarkan kenyataan bahwa hukum sering berdasar pada obyek fisik maka hal ini akan menimbulkan masalah yang serius terhadap bisnis karena ketidak pastian hukum dari proses tersebut. Status hukum dari transaksi yang dibentuk secara otomatis, belumlah jelas.Apakah mungkin untuk sebuah perjanjian atau yang lebih umum, prosedur hukum dibuat oleh sebuah komputer.

3. Jenis dan Tipe E-Commerce

Jenis dan Tipe E-commerce
E-Commerce  terdiri atas beberapa jenis, yaitu sebagai berikut :
1.      Collaborative Commerce (C-Commerce)
Kerjasama secara elektronik antara rekan bisnis. Kerjasama ini biasanya terjadi antara rekan bisnis yang berada pada jalur penyediaan barang  (supply Chain).
2.      Business-to-Consumers (B2C)
Penjual adalah suatu organisasi dan pembeli adalah individu.
3.      Consumer-to-Business (C2B)
Pada jenis ini, konsumen member tahukan barang atau layanan yang dibutuhkannya, dan selanjutnya organisasi-organisasi bersaing untuk menyediakan barang atau layanan tersebut kepada konsumen.
4.      Consumer-to-consumer
Penjualan barang atau layanan antara individu.
5.      Intrabusiness (Intraorganizational) Commerce
Pada jenis ini, organisasi menggunakan E-Commerce untuk meningkatkan kegiatan operasi organisasinya. Hal ini dikenal juga dengan sebutan Businessto- Employee (B2E).
6.      Government-to-Citizens (G2C) and to others
Pemerintah menyediakan layanan kepada masyarakat melalui teknologi  E-Commerce. Pemerintah juga dapat melakukan bisnis dengan pemerintah lain (Government-to-Government / G2G) demikian juga dengan organisasi lain (Government-to-Business / G2B).
7.      Mobile Commerce (m-Commerce)
E-Commerce  yang  dilaksanakan pada lingkungan tanpa kabel (wireless environment), seperti menggunakan telepon seluler untuk akses internet.

2. sejarah E-Commerce


Sejarah e-commerce
Sejarah lahirnya e-commerce di Amerika, dan di Indonesia :
E-commerce pertama kali diperkenalkanpadatahun 1994, padasaatpertama  kali banner-elektronikdipakaiuntuktujuanpromosidanperiklanandisuatu halaman-web (website).Menuru tlaporan lain pada bulan oktober 2006 yang lalu, pendapatan ritel online di Amerika Serikat diramalkan akan mencpai seperempat rtriliyun dolar US pada tahun 2011. Istilah “perdagangan elektronik” telah berubah sejalan dengan waktu. Awalnya, perdagangan elektronik berat pemanfaatan transaksi komersial, seperti pengunaan EDI untuk mengirim dokumen komersial seperti pesanan pembeli anatauin voicese cara elektronik. Kemudian dia berkembang menjadi suatu aktifitas yang mempunyai istilah yang lebih tepat “perdagangan web” atau pembelian barang dan jasa melalui world wide web melalui server aman (https), protocol server khusus yang menggunakan enkripsi untuk merahasiakan data penting pelanggan. Pada awalnya, ketika web mulai terkenal di masyarakat pada tahun 1994, banyak jurnalis meperkirakan bahwa e-commerce akan menjadi sebuah sector ekonomi baru. Namun, baru sekitar empat tahun kemudian protocol aman seperti https memasuki tahap matang dan banyak digunakan. Antara 1998 dan 2000, banyak bisnis AS dan Eropa mengembangkan situs web perdagangan ini.
Perkembangan e-commerce di Indonesia
Di Indonesia, sistem e-commerce ini kurang popular, karena banyak pengguna internet yang masih meragukan keamanan sistem ini, dan kurangnya pengetahuan mereka mengenai apa itu e-commerce yang sebenarnya. Sehingga sampai saat ini web resmi yang telah menyelenggarakan e-commerce di Indonesia adalah RisTI Shop. RisTi yaitu definisi riset dan teknologi informasi milik PT. Telkom, menyediakan informasi produk peralatan telekomunikasi dan non telekomunikasi. Web ini juga telah mendukung proses transaksi secara online.
E-commerce sendiri berasal dari layanan EDI (elektronik data interchange), layanan EDI ini telah berkembang sedemikian pesatnya di negara– negara yang mempunyai jaringan computer dan telepon. Jika sebelumnya kita telah menggunakan media elektronik seperti telepon, fax, hingga hanphone untuk melakukan perniagaan atau perdagangan, sekarang ini kita dapa tmenggunakan internet untuk melakukan perniagaan yaitu e-commerce.
Perkembangan e-commerce di Indonesia sendiri telah ada sejak tahun 1996, dengan berdirinya dyviacomintrabumiatauDnet (www.dnet.net.id) sebagai perintistransaksi online.Wahana transaksi berupa mall online yang disebut D-Mall (diakses lewat Dnet) ini telah menampung sekitar 33 toko online. Kehadiran e-commerce sebagai media transaksi baru ini tentunya menguntungkan banyak pihak, baik pihak konsumen maupun pihak produsen dan penjual (retailer). Dengan menggunakan internet proses perniagaan dapat dilakukan dengan menghemat biaya dan waktu.