Tuesday, June 16, 2015

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN APLIKASI TEKNOLOGI INFORMASI

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
APLIKASI TEKNOLOGI INFORMASI


http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/372308_100002704749534_1820559284_n.jpg
 






Kelompok III
MP. C / 6
Hendra Saputra               12110111080
Giant Aditya M. P          12110111081


MANAJEMEN PERHOTELAN
FAKULTAS EKONOMIKA & HUMANIORA
UNIVERSITAS DHYANA PURA
2015

APLIKASI TEKNOLOGI INFORMASI
Pendahuluan Aplikasi Teknologi Informasi :
ü  Penawaran Produk & Jasa telah tanpa batas negara dan geografis
ü  Teknologi Informasi dipercaya dapat memperbaiki kinerja individu dan organisasi

1.     Bidang – Bidang Teknologi Informasi

*      Bidang Aplikasi Pendukung Manajemen
*      Bidang Aplikasi Pendukung Fungsional
*      Bidang Aplikasi Berbasis Teknologi

2.     Bidang Aplikasi Pendukung Manajemen

*      Transaction Processing System (Sistem proses transaksi)
Sistem pemrosesan transaksi / transaction processing system adalah bentuk sistem informasi paling sederhana karena fungsinya adalah mencatat data, memproses data, dan menghasilkan informasi baku. Sistem pemrosesan transaksi (SPT) selalu dimiliki oleh entitas (perusahaan, organisasi, instansi pemerintah).
Dibandingkan dengan sistem informasi yang lain SPT memang lebih dibutuhkan perusahaan karena berfungsi merekam semua aktiva yang ada di dalam perusahaan dan berbagai kejadian yang ada di dalamnya. SPT dapat diselenggarakan secara manual dan komputerisasi. Namun dalam era sekarang ini tidak mungkin sebuah perusahaan tidak menggunakan komputer untuk mengolah data. Bila dijalankan dengan baik maka SPT akan memberikan manfaat besar bagi perusahaan

*      Decision Support Systems (Sistem pendukung keputusan)
Sistem pendukung keputusan / decision support systems adalah bagian dari sistem informasi berbasis komputer (termasuk sistem berbasis pengetahuan (manajemen pengetahuan)) yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu organisasi atau perusahaan. Dapat juga dikatakan sebagai sistem komputer yang mengolah data menjadi informasi untuk mengambil keputusan dari masalah semi-terstruktur yang spesifik.
Menurut Moore and Chang, SPK dapat digambarkan sebagai sistem yang berkemampuan mendukung analisis ad hoc data, dan pemodelan keputusan, berorientasi keputusan, orientasi perencanaan masa depan, dan digunakan pada saat-saat yang tidak biasa.
Tahapan SPK:
·         Definisi masalah
·         Pengumpulan data atau elemen informasi yang relevan
·         pengolahan data menjadi informasi baik dalam bentuk laporan grafik maupun tulisan
·         menentukan alternatif-alternatif solusi (bisa dalam persentase)
Tujuan dari SPK:
·         Membantu menyelesaikan masalah semi-terstruktur
·         Mendukung manajer dalam mengambil keputusan
·         Meningkatkan efektifitas bukan efisiensi pengambilan keputusan


*      Group Decision Support System (Kelompok sistem pendukung keputusan)
Kelompok sistem pendukung keputusan / Group Decision Support System  adalah suatu sistem berbasis komputer yang mendukung kelompok-kelompok orang yang terlibat dalam satu tugas (tujuan) bersama dan yang menyediakan interfase bagi suatu lingkungan yang digunakan bersama.
Perangkat Lunak GDSS : Memungkinkan beberapa pemecah masalah bekerja bersama-sama sebagai satu kelompok untuk mencapai solusi. Pemecah masalah dapat mewakili sebuah komite atau tim proyek, para anggota kelompok dapat berkomunikasi secara langsung atau melalui GDSS.
Proses yang terjadi pada GDSS:
1. Mengorganisasi pendapat yang muncul dalam kelompok
2. Mengumpulkan informasi
3. Mengurutkan berdasar prioritas
4. Mengumpulkan aspek-aspek pendukung

*      Geographic Information System (Sistem informasi geografis)
Image result for Sistem informasi geografis
Sistem Informasi Geografis / Geographic Information System adalah sistem informasi khusus yang mengelola data yang memiliki informasi spasial (bereferensi keruangan). Atau dalam arti yang lebih sempit, adalah sistem komputer yang memiliki kemampuan untuk membangun, menyimpan, mengelola dan menampilkan informasi berefrensi geografis, misalnya data yang diidentifikasi menurut lokasinya, dalam sebuah database. Para praktisi juga memasukkan orang yang membangun dan mengoperasikannya dan data sebagai bagian dari sistem ini.
Teknologi Sistem Informasi Geografis dapat digunakan untuk investigasi ilmiah, pengelolaan sumber daya, perencanaan pembangunan, kartografi dan perencanaan rute. Misalnya, SIG bisa membantu perencana untuk secara cepat menghitung waktu tanggap darurat saat terjadi bencana alam, atau SIG dapat digunaan untuk mencari lahan basah (wetlands) yang membutuhkan perlindungan dari polusi.
Perangkat Keras (hardware)
Perangkat keras SIG adalah perangkat-perangkat fisik yang merupakan bagian dari sistem komputer yang mendukung analisis goegrafi dan pemetaan. Perangkat keras SIG mempunyai kemampuan untuk menyajikan citra dengan resolusi dan kecepatan yang tinggi serta mendukung operasioperasi basis data dengan volume data yang besar secara cepat. Perangkat keras SIG terdiri dari beberapa bagian untuk menginput data, mengolah data, dan mencetak hasil proses. Berikut ini pembagian berdasarkan proses :
·         Input data: mouse, digitizer, scanner
·         Olah data: harddisk, processor, RAM, VGA Card
·         Output data: plotter, printer, screening.
Perangkat Lunak (software)
Perangkat lunak digunakan untuk melakukan proses menyimpan, menganalisa, memvisualkan data-data baik data spasial maupun non-spasial. Perangkat lunak yang harus terdapat dalam komponen software SIG adalah:
·         Alat untuk memasukkan dan memanipulasi data SIG
·         Data Base Management System (DBMS)
·         Alat untuk menganalisa data-data
·         Alat untuk menampilkan data dan hasil analisa
Data
Pada prinsipnya terdapat dua jenis data untuk mendukung SIG yaitu :
·         Data Spasial
Data spasial adalah gambaran nyata suatu wilayah yang terdapat di permukaan bumi. Umumnya direpresentasikan berupa grafik, peta, gambar dengan format digital dan disimpan dalam bentuk koordinat x,y (vektor) atau dalam bentuk image (raster) yang memiliki nilai tertentu.
·         Data Non Spasial (Atribut)
Data non spasial adalah data berbentuk tabel dimana tabel tersebut berisi informasi- informasi yang dimiliki oleh obyek dalam data spasial. Data tersebut berbentuk data tabular yang saling terintegrasi dengan data spasial yang ada.
Manusia
Manusia merupakan inti elemen dari SIG karena manusia adalah perencana dan pengguna dari SIG. Pengguna SIG mempunyai tingkatan seperti pada sistem informasi lainnya, dari tingkat spesialis teknis yang mendesain dan mengelola sistem sampai pada pengguna yang menggunakan SIG untuk membantu pekerjaannya sehari-hari.
Metode
Metode yang digunakan dalam SIG akan berbeda untuk setiap permasalahan. SIG yang baik tergantung pada aspek desain dan aspek realnya.

*      Executive Information System (Sistem informasi eksekutif)
Suatu bagian yang menyediakan informasi bagi eksekuif mengnai kinerja keseluruhan perusahaan.  Disingkat dengan EIS. Mengirimkan, menganalisis, dan menyajikan informasi pada station kerja para pengambil keputusan yang memberikan gambaran jelas kepadanya mengenai standar penting serta kejadian-kejadian, sebelum terlambat menanganinya. Data khususnya gambaran pasar, informasi keuangan, dan statistik industri, dikumpulkan dari sistem pemrosesan bisnis on-line milik perusahaan dan organisasi pihak ketiga.
Dalam membangun EIS para eksekutif menggunakan beberapa knsep dasar yang bertujuan memungkinkan para eksekutif dapat memantau seberapa baiknya knerja perusahaan dalam mencapai tujuannya.





Karasteritik dari system informasi eksekutif
a.       Top level management
b.      Designed to the individual
c.       Ties CEO to all levels
d.      Very expensive to keep up
e.       Extensive support staff
f.        
3.     Bidang Aplikasi Pendukung Fungsional

*    Otomatisasi Kantor
Sistem otomatisasi kantor (dalam bahasa Inggris: Office Automation disingkat OA) didefinisikan sebagai sistem informasi berbasis telekomunikasi yang mengumpulkan, memproses, menyimpan dan mendistribusikan pesan, dokumen, dan komunikasi elektronik lainnya antar individu, kelompok kerja dan organisasi.
Otomatisasi kantor terdiri atas semua
sistem elektronik formal dan informal terutama yang berkaitan dengan komunikasi informasi kepada dan dari orang yang beradan di dalam maupun di luar perusaahan. Orang yang berada dalam suatu kantor dapat menggunakan otomatisasi kantor untuk berkomunikasi dengan orang yang berada di kantor lain dalam suatu perusahaan, atau dengan orang lain dalam kantor di perusahaan lain.
Para pengguna
otomatisasi kantor pada umumnya adalah Manajer, orang yang bertanggung jawab mengelola sumber daya perusahaan, terutama SDM. Profesional, menyumbangkan keahlian khusus yang membedakan mereka dengan sekertaris dan pegawai administrasi. Sekertaris, ditugaskan oleh professional untuk melaksanakan berbagai tugas seperti menangani korespondensi, menjawab telepon dan mengatur jadwal pertemuan.

*      Workstations dan Pengolahan Kata
Perangkat lunak pengolah kata (Bahasa Inggris: word processor) adalah suatu aplikasi komputer yang digunakan untuk produksi (termasuk penyusunan, penyuntingan, pemformatan, dan kadang pencetakan) segala jenis bahan yang dapat dicetak. Contoh perangkat lunak pengolah kata adalah Microsoft Word dan OpenOffice.org Writer
Perangkat lunak pengolahan kata berbasis windows dan banyak digunakan oleh pemakai komputer adalah Microsoft Word. Word Processing atau pengolahan kata adalah sekelompok program aplikasi yang fungsi utamanya adalah untuk membuat dokumen.
Fungsi Utama program pengolahan kata adalah membuat dokument atau naskah, seperti membuat surat, laporan, karya tulis, dan lain sebagainya. Dari perkembangan nya fungsi program aplikasi ini bertambah yaitu dari yang semula merupakan program pengolahan kata, sekarang bertambah menjadi program yang dapat digunakan untuk membuat dokumen-dokumen desktop publishing seperti membuat cover, formulir, faksimili, email, web design dan sebagainya.
*      Sistem Kantor Terintegrasi (Local Area Network)
Sistem Manajemen Terintegrasi atau juga jamak disebut sebagai Sistem Manajemen Terpadu yang menjadi salah satu standar komitmen perusahaan untuk memperhatikan pekerja dan lingkungan di wilayah kerja dalam melakukan kegiatan usahanya. Sistem ini mencakup perihal mutu, lingkungan, dan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).
Sistem Manajemen Terintegrasimengatur bagaimana pegawai bekerja dengan cara yang benar dan aman, sesuai sistem dan prosedur yang telah ditetapkan untuk mendapatkan mutu hasil yang direncanakan, tidak mencemari lingkungan dan menjamin keselamatan serta kesehatan pekerja juga properti.
*      Otomatisasi Pabrik
Secara harfiah pengertian otomasi adalah teknik untuk membuat perangkat, proses, atau sistem berjalan secara otomatis, status pada saat dioperasikan secara otomatis, mengendalikan operasi secara otomatis perangkat, proses, atau sistem dengan alat mekanis atau elektronis yang menggantikan organ manusia untuk observsi, usaha, dan pengambilan keputusan. Lawan dari otomasi adalah proses manual.
Sistem otomasi dapat didefinisikan sebagai suatu tekhnologi yang berkaitan dengan aplikasi mekanik, elektronik dan sistem yang berbasis komputer (komputer, PLC atau mikro). Semuanya bergabung menjadi satu untuk memberikan fungsi terhadap manipulator (mekanik) sehingga akan memiliki fungsi tertentu.
Ide dasar otomasi:
o   Penggunaan elektrik dan/atau mekanik untuk menjalankan mesin/alat tertentu
o   Disertai “otak” yang mengendalikan mesin/alat tersebut.
o   Agar produktivitas meningkat dan ongkos menurun.





4.     Bidang Aplikasi Berbasis Teknologi
*    Artificial Intelligence / Kecerdasan buatan
Kecerdasan Buatan atau Intelegensi Artifisial (bahasa Inggris: Artificial Intelligence atau hanya disingkat AI) didefinisikan sebagai kecerdasan entitas ilmiah. Sistem seperti ini umumnya dianggap komputer. Kecerdasan diciptakan dan dimasukkan ke dalam suatu mesin (komputer) agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat dilakukan manusia. Beberapa macam bidang yang menggunakan kecerdasan buatan antara lain sistem pakar, permainan komputer (games), logika fuzzy, jaringan syaraf tiruan dan robotika.

*    Virtual Reality
Virtual reality atau yang disebut dengan realitas maya adalah teknologi yang memungkinkan pengguna bisa berinteraksi terhadap objek nyata yang disimulasikan menggunakan komputer. Virtual memory sebenarnya adalah lingkungan/ objek yang hanya ada dalam imajinasi yang mempu membangkitkan suasana 3 dimensi sehingga membuat pengguna seolah-olah terlibat secara fisik.
*Contoh: simulasi penerbangan.
Pilot bisa menggunakan sistem virtual reality untuk melakukan simulasi penerbangan sebelum melakukan penerbangan yang sebenarnya.

Piranti Virtual Reality:
-Glove.
piranti masukan yang dapat menangkap gerakan tangan dan mengirim informasi ke sistem.
-Headset.
piranti yang berfungsi untuk memonitor gerakan kepala
-Walker.
piranti yang digunakan untuk memantau gerakan kaki.

Cara Kerja Virtual Reality:
Cara kerja sistem virtual reality adalah seperti ini: Pengguna memperhatikan suatu dunia semu, yang sebetulnya berbentuk gambar-gambar yang bersifat dinamis. Dengan media perangkat headphone atau speaker, pengguna bisa mendengar suara yang realistis. Dengan media headset, glove dan walker, semua gerakan pengguna dipantau oleh sistem kemudian sistem memberikan reaksi yang sesuai. Sehingga seolah-olah pengguna merasakan sedang berada pada situasi yang nyata, dan dapat dirasakan baik secara fisik maupun psikologis.


 

TUGAS KELOMPOK MANAJEMEN JASA MANAJEMEN PERMINTAAN & PENAWARAN 2


                               

TUGAS KELOMPOK MANAJEMEN JASA
MANAJEMEN PERMINTAAN & PENAWARAN 2






Dosen :
Dr. I Wayan Ruspendi Junaedi, SE, MA

DISUSUN OLEH:
                        Giant Aditya Madya Perwira                   12110111081
                        Ananda Kharisma                                       12110111089
                        Ketut Alit Juliantara                                  12110111145



MANAJEMEN PERHOTELAN
FAKULTAS EKONOMIKA & HUMANIORA
UNIVERSITAS DHYANA PURA
BADUNG
2015
 KATA PENGANTAR
            Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkat rahmat-Nyalah sehingga penulis  (KelompokIV) dapat menyelesaikan makalah berjudul Manajemen Jasa - Manajemen Permintaan & Penawaran 2” . Makalah ini disusun sebagai salah satu persyaratan untuk tugas mata kuliah Manajemen Jasa dibidang studi Manajemen Perhotelan Universitas Dhyana Pura.
Penulis (KelompokIV) menyadari sepenuhnya bahwa atas segala bimbingan dan bantuan serta dorongan dari semua pihak, pada kesempatan ini izinkanlah penulis  (KelompokIV) untuk menyampaikan ucapan terimakasih kepada pihak–pihak tersebut di bawah ini :
1.      Dr. I Wayan Ruspendi Junaedi, SE, MA. Selaku dosen mata kuliah Manajemen Jasa.
2.      Semua teman-teman di kelas MP/6, khususnya MP. C/6 terima kasih atas bantuan serta dukungannya dalam penyelesaian makalahini.
Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu melimpahkan rahmatNya atas budi baik Bapak/Ibu serta rekan – rekan semua.
Penulis (KelompokIV) menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini tidak terlepas dari kekurangan yang masih jauh dari sempurna, untuk itu segala saran dan kritiksangat penulis harapkan dari kesempurnaan makalah ini. Akhir kata penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. Terima kasih
                                                                                   
Mangupura, 18 Mei 2015

       Kelompok IV

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Setiap organisasi baik profit maupun nonprofit didirikan dengan tujuan tertentu. Diantaranya meraih laba, mendapatkan pangsa pasar spesifik, mempertahankan eksistensi, meraih tingkat penjualan tertentu, mencapai tingkat pertumbuhan tertentu, memberikan pelayanan sosial, dan sebagainya.Dalam rangka merealisasikan tujuan tersebut, organisasi atau produsen berupaya menghasilkan suatu produk baik yang bersifat konkrit maupun abstrak yang kemudian ditawarkan kepada pasar individual maupun organisasional.Jenis, kuantitas, maupun kualitas produk sangat tergantung pada kompetensi inti dan kapasitas produktif organisasi.
Di lain pihak, konsumen memiliki beraneka ragam kebutuhan dan keinginan yang dapat dipenuhi dengan mengonsumsi produk tertentu. Tetapi keterbatasan daya beli dan kesediaan untuk membeli membuat tidak semua kebutuhan dan keinginan bisa direalisasikan.Oleh sebab itu, konsumen biasanya membuat skala prioritas dan berusaha mencari dan membeli produk yang dinilai paling sesuai dan memuaskan. Transaksi akan terjadi apabila kedua belah pihak (produsen dan konsumen) terlibat dalam kegiatan pertukaran nilai, dimana masing-masing pihak memberikan sesuatu yang bernilai (barang, jasa, uang, dsb). Kunci keberhasilan terjadinya transaksi ini dan juga transaksi ulang terletak pada keselarasan antara kepentingan dan tujuan kedua belah pihak.
Mengingat pentingnya pengelolaan permintaan dan penawaran produk jasa bagi perusahaan, oleh karena itu penulis menyusun makalah yang berjudul“Manajemen Permintaan dan Penawaran Jasa”.
1.2  Rumusan Masalah
1.      Apa itu metode-metode peramalan?
2.      Bagaimana  metode Kuantitatif ?
3.      Bagaimana metode Kualitatif ?
4.      Bagaimana Karakteristik penawaran dan Permintaan Jasa ?
1.3  Tujuan Pembahasan
Mengacu pada rumusan masalah di atas, maka tujuan penulis menyusun makalah ini adalah sebagai berikut.
1.      Untuk mengetahui metode-metode peramalan.
2.      Untuk mengetahui metode Kuantitatif
3.      Untuk mengetahui metode Kualitatif.
4.      Untuk mengetahui karakteristik permintaan dan penawaran jasa.




BAB II
KAJIAN PUSTAKA

2.1  Definisi Peramalan
Secara umum yang dimaksud dengan pengertian peramalan (forecasting) yaitu suatu kegiatan yang bertujuan untuk memperkirakan apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Pengertian metode peramalan yaitu suatu cara atau teknik dalam memperkirakan kejadian kejadian pada masa yang akan datang. Kegunaan dari metode peramalan adalah membantu dalam mengadakan pendekatan analisa terhadap pola data pada masa yang lalu.

2.2  Metode - metode Peramalan
v  Ciri-ciri Situasi Peramalan
Setiap Perusahaan jasa yang ingin menerapkan peramalan dalam pengambilan keputusan memiliki berbagai alternatif metode peramalan.Menurut Makridakis & Wheelwright (1989) pemilihan terhadap metode yang sesuai perlu didasarkan pada pertimbangan situasional, yaitu penyesuaian kebutuhan spesifik dengan pendekatan spesifik. Ada 6 karakteristik atau dimensi situasi perencnaan dan pengambilan keputusan yang memainkan peranan penting dalam menentukan kebutuhan yang harus dapat dipenuhi dan ditanggapi oleh peramalan agar peramalan tersebut dapat efektif.
Ø  Horison waktu
Jangka waktu berlangsungnya dampak dari suatu keputusan dan sasaran perencanaan sangat mempengaruhi pemilihan metode peramalan yang sesuai horizon waktu dapat dibagi menjadi jangka waktu segera (kurang dari satu bulan ), jangka pendek (satu hingga tiga bulan), jangka menengah (tiga bulan sampai dua tahun), dan jangka panjang (dua tahun atau lebih).

Ø  Tingkat perincian agregat
Pada umumnya semakin tinggi tingkat rincian dn frekuensinya yang diperlukan , kebutuhan akan prosedur peramalan yang terotomatisasi semakin besar, dan demikian pula sebaliknya.
Ø  Jumlah item
Semakin sedikit jumlah item yang harus diramalkan, maka semakin terperinci dan kompleks prosedur yang dipergunakan dala mempersiapkan ramalan tersebut, dan demikian pula sebaliknya.
Ø  Pengendalian versus perencanaan
Dalam pengendalian, manajemen berdasarkan kekecualian (management by exception)  merupakan prosedur yang umum. Yang dibutuhkan adalah cara untuk mengetahui sedini mungkin apabila ada proses yang berada diluar kendai ( yaitu bila pola dasar mengalami pergeseran ). Jadi metode peramalan dalam situasi seperti ini harus mampu mengenali perubahan-pperubahan dalam pola atau hubungan dasar dalam tahap dini. Sedangkan di sisi perencanaan,  umumnya diasumsikan bahwa pola yang ada akan berlanjut dimasa mendatang., sehingga penekanan utamanya adalah usaha mengidentifikasi pola tersebut dan mengekstrapolasinya kemasa yang akan datang.
Ø  Kestabilan
Meramalkan suatu situasi yang stabil sepanjang waktu sangat berbeda dengan meramalkan situasi yang berfluktuasi.Dalam situasi stabil, metode peramalan kuantitatif dapat diterapkan dan diperiksa secara berkala untuk dinilai kembali kesesuaiannya.Akan tetapi, dalam situasi yang sering berubah dan bergejolak, sangat dibutuhkan metode yang dapat berdaptasi secara terus menerus guna mencerminkan hasil terakhir dan informasi terbaru.
Ø  Prosedur perencanaan yang ada
Melembagakan setiap periode peramalan biasanya melibatkan beberapa perubahan terhadap prosedur perencanaan dan pengambilan keputusan diperusahaan.  Untuk itu pendekatan yang sesuai adalah melakukan perubahan secara bertahap terhadap prosedur yang ada saat ini, dimana sambil jalan akan diperbaharui, diperbaiki, dan disesuaikan dengan metode baru.
v  Ciri-ciri Metode Peramalan
Kemampuan & kesesuaian metode peramalan dapat dicerminkan dari 6 karakteristik berikut.
Ø  Horison waktu
Ada dua aspek horizon waktu yang berkaitan dengan setiap metode peramalan.Pertama, jangka waktu ke masa mendatang yang paling sesuai untuk setiap metode peramalan berbeda-beda.Umumnya metode peramalan kualitatif lebih banyak dipergunakan untuk peramalan jangka panjang, semenara metode peramalan kuanitatif untuk peramalan jangka menengah atau pendek.Aspek kedua adalah jumlah periode yang diinginkan untuk setiap ramalan juga bervariasi.Ada yang hanya cocok untuk beberapa periode.Bahkan ada pula pendekatan yang menggabungkan beberapa horizon waktu yang memiliki jangka waktu berbeda-beda.
Ø  Pola data
Sebagian metode peramalan didasari oleh asumsi-asumsi mengenai jenis polayang ditemukan dalam data yang diramalkan. Misalnya,beberapa serial data memiliki pola musiman dan trend, sedangkan data yang lain terdiri dari nilai rerata dengan fluktuasi random di sekitar nilai itu,dan ada pula serial data yang mengandung pola siklus.Oleh karena metode peramalan  sangat bervariasi dalam kemampuan memprediksi jenis pola yang berbeda,maka pola yang diperkirakan perlu disesuaikan dengan tekhnik yang cocok.
Ø  Biaya
Umumnya ada tiga unsur biaya yang terlibat dalam aplikasi prosedur peramalan ,yakni pengembangan,persiapan data,dan operasi actual.Ada pula biaya kesempatan (opportunity cost) dalam hal tekhnik-tekhnik lain yang mungkin diterapkan.
Ø  Akurasi
Akurasi berkaitn dengan tingkat rincian yang diperlukan daam suatu ramalan.Dalam situasi tertentu,variasi sebesar 10% mungkin sudah cukup memadai. Namun dalam situasi lain bisa jadi variasi 5% menimbulkan bencana.
Ø  Daya Tarik Intuitif, kesederhanaan, dan kemudahan aplikasi
            Umumnya hanya metode yang dipahami yang dipergunakan secara berkelanjutan oleh para pengambil keputusan.
Ø  Ketersediaan perangkat lunak komputer
Penerapan metode kuantitatif tertentu jarang sekali dimungkinkan tanpa adanya program komputer yang sesuai.program-program tersebut harus mudah digunakan,disertai dokumentasi yang lengkap,dan bebas dari kesalahan-kesalahan  besar,sehingga para manajer dapat menggunakannya dan memahami serta menginterpretasikan  hasilnya.
2.3  Jenis – Jenis Metode Peramalan
menurut Makridakis dan Wheelwright (1989) pemilihan terhadap metode yang sesuai perlu didasarkan pada pertimbangan situasional, yaitu penyesuaian kebutuhan spesifik dengan pendekatan spesifik. peramalan dibagi menjadi 2 yaitu
A.    Metode Kuantitatif
Metode Kuantitatif di bagi menjadi 2, yaitu :
1. Model seri waktu / metode deret berkala (time series)  metode yang dipergunakan untuk menganalisis serangkaian data yang merupakan fungsi dari waktu,
2. Model / metode kausal (causal/explanatory model), mengasumsikan variabel yang diramalkan menunjukkan adanya hubungan sebab akibat dengan satu atau beberapa variabel bebas (independent variable).
v  Model Seri Waktu / Metode deret berkala, terbagi menjadi :
1. Rata-rata bergerak (moving averages),
2. Penghalusan eksponensial (exponential smoothing),
3. Proyeksi trend (trend projection)
Penjelasan:
1. Rata-rata bergerak (moving averages),
·         Rata Bergerak Sederhana (simple moving averages) : bermanfaat jika diasumsikan bahwa permintaan pasar tetap stabil  :
·         Rata-Rata Bergerak Tertimbang (weighted moving averages) : apabila ada pola atau trend yang dapat dideteksi, timbangan bisa digunakan untuk menempatkan lebih banyak tekanan pada nilai baru :
2. Penghalusan eksponensial (exponential smoothing),
Penghalusan Eksponensial : metode peramalan dengan menambahkan parameter alpha dalam modelnya untuk mengurangi faktor kerandoman. Istilah eksponensial dalam metode ini berasal dari pembobotan/timbangan (faktor penghalusan dari periode-periode sebelumnya yang berbentuk eksponensial.
3. Proyeksi trend (trend projection)
Metode proyeksi trend dengan regresi, merupakan metode yang dignakan baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Metode ini merupakan garis trend untuk persamaan matematis.
v  Model / metode kausal (causal/explanatory model)
Merupakan metode peramalan yang didasarkan kepada hubungan antara variabel yang diperkirakan dengan variabel lainyang mempengaruhinya tetapi bukan waktu. Dalam prakteknya jenis metode peramalan ini terdiri dari :
1.      Metode regresi dan kolerasi, merupakan metode yang digunakan baik untuk jangka panjang maupun jangka pendek dan didasarkan kepada persamaan dengan teknik least squares yang dianalisis secara statis.
2.      Model Input Output, merupakan metode yang digunakan untuk peramalan jangka panjang yang biasa digunakan untuk menyusun trend ekonomi jangka panjang.
3.      Model ekonometri, merupakan peramalan yang digunakan untuk jangka panjang dan jangka pendek.

Peramalan menggunakan metode regresi:


Metode ini didasarkan kepada variabel yang ada dan yang akan mempengaruhi hasil peramalan.
Hal- hal yang perlu diketahu sebelum melakukan peramalan dengan metode regresi adalah mengetahui terlebih dahulu mengetahui kondisi- kondisi seperti :
1.      Adanya informasi masa lalu
2.      Informasi yang ada dapat dibuatkan dalam bentuk data (dikuantifikasikan)
3.      Diasumsikan bahwa pola data yang ada dari data masa lalu akan berkelanjutan dimasa yang akan datang.
B.     Metode Kualitatif
v  Teknik Delphi
Metode Delphi merupakan suatu teknik membuat keputusan yang dibuat oleh suatu kelompok, dimana anggotanya terdiri dari para ahli atas masalah yang akan diputuskan. Proses penetapan Metode Delphi dimulai degan identifikasi masalah yang akan dicari penyelesaiannya (Harold dkk, 1975 : 40-55). Metode Delphi yang mula-mula dikembangkan oleh Rand Corporation untuk keperluan militer, kini banyak digunakan dalam prakiraan teknologi dan banyak  bidang lain (Maassen dan Van Vought, 1984); Uniersity of Washington, 1985). Tujuan metode Delphi adalah untuk mendapatkan konsensus tentang hal-hal yang tidak mempunyai criteria obyektif (University of Washington; 1985 ; Rchel et al, 1985). Metode Delphi pada dasarnya merupakan suatu konperensi jarak jauh dengan menggunakan kuisioner.Menurut maassen dan van Vught (1984) hasil metode Delphi lebih teliti dan tingkat konsensus lebih tinggi daripada hasil pertemuan tatap muka dalam lokakarya.Hal ini disebabkan, karena sementara dalam lokakarya sebuah minoritas yang dominan dapat mendominasi diskusi dan hasil diskusi, dalam metode Delphi ketidaksetujuan justru diperhatikan.
Kesulitas dalam metode Delphi ialah untuk mendapatkan pakar/ahli/anggota panel yang berpengalaman dan menguasai bidang yang diteliti dan memberian kesediaan yang serius untuk menjadi anggota panel.

v  Analisis Dampak sebut Silang (cross-impact analysis)
Cross impact analisis adalah suatu metode yang dimaksudkan untuk merencanakan kejadian dalam sebuah grup yang dihubungkan dua kejadian. Cross impact analysis adalah metode yang membantu proses scanning bidang berjangka yang mungkin untuk mengurangi ketidak pastian. Spesifik metode cross impact terutama dijelaskan disini adalah metode cross impact systems and metrces (SMIC), yang dikembangkan di perancis pada tahun 1974 oleh Duperrin dan Godet, Saedah Siraj, (Nota Kuliah 2011).
v  Analogi Historis (historical analogies)
Merupakan teknik peramalan berdasarkan pola data masa dari produk-produk yang dapat disamakan secara analogi, misalnya peramalan untuk pengembangan pasar televisi multisistem menggunakan model permintaan televisi hitan putih atau berwana biasa. Analogi historis cenderung akan menjadi terbaik untuk penggantian produk di pasar dan apabila terdapat hubungan subtistusi langsung dari produk dalam pasar itu.Merupakan  teknik  peramalan berdasarkan pola data masa lalu dari produk-produk yang dapat disamakan secara  Analogi.
Contoh kasusnya ialah misalnya  peramalan  untuk  pengembangan  pasar  televisi multi  sistem  menggunakan  model  permintaan  televisi  hitam  putih  atau televisi berwarna biasa. Analogi historis cenderung akan menjadi terbaik untuk  penggantian  produk  di  pasar  dan apabila  terdapat  hubungan substitusi langsung dari produk dalam pasar itu.
2.4  Karakteristik permintaan dan penawaran jasa
v  Permintaan Berlebihan : dalam kondisi ini, tingkat permintaan jauh melampaui kapasitas maksimum tersedia.
v  Permintaan melampaui kapasitas optimum : dalam kondisi ini, tidak ada satupun pelanggan yang ditolak atau tidak dilayani.
v  Permintaan dan penawaran seimbang pada tingkat kapasitas optimum : staf dan fasilitas perusahaan sibuk tanpa harus memiliki beban kerja yang berlebihan, dan para pelanggan menerima jasa berkualitas tanpa ada penundaan.
v  Kapasitas Berlebihan : permintaan berada di bawah tingkat kapasitas optimum, sehingga ada sebagian sumber daya yang terbuang percuma.

2.5  Contoh Kasus
Pelayanan organisasi dan kesehatan.
organisasi kesehatan sangat banyak bergerak dibidang jasa.sementara salah satu sifat pelayanan jasa tidak tahan lama (perishable) sehingga menyesuaikan kapasitas dan permintaan pelayanan kesehatan sulit dilakukan. Penyebabnya adalah partisipasi pelanggan / pasien dalam penyampaian jasa, padahal setiap pasien bersifat unik.Sebagian besar pelayanan organisasi pelayanan kesehatan memiliki batas maksimum kapasitas produktif. Jika permintaan melampaui penawaran, maka ada kemungkinan organisasi pelayanan  kesehatan akan kehilangan sebagian pelanggannya atau pelanggan terpaksa menunggu. Kondisi ini kontras dengan keadaan bila penawaran melebihi permintaan, dimana kapasitas produktif tersebut akan hilang begitu saja karena tidak dapat disimpan. Oleh karena itu setiap organisasi pelayanan kesehatan perlu memahami faktor-faktor yang membatasi kapasitasnya dan pola permintaan yang dihadapi.





BAB III
KESIMPULAN& PENUTUP

1.      Metode - metode Peramalan terdiri dari pemilihan terhadap metode yang sesuai perlu didasarkan pada pertimbangan situasional, yaitu penyesuaian, kebutuhan spesifik dengan pendekatan spesifik
2.      Menentukan cirri-ciri metode peramalan tidak bisa dilakukan tanpa menggunakan 6 karakteristik seperti horizon waktu, pola data, biaya, akurasi, daya tarik intuitif, kesederhanaan kemudahan aplikasi, dan ketersediaan perangkat lunak computer.
3.      Dalam setiap moment  tertentu, jasa berkapasitas tetap akan menghadapi  salah satu dari empat kondisi yakni permintaan berlebihan, permintaan melampaui kapasitas optimum, permintaan dan penawaran seimbang pada tingkat kapasitas optimum, dan kapasitas berlebihan
Demikian yang bisa kami sampaikan mohon maaf apabila terjadi kesalahan.Atas segala perhatian kami ucapkan terimakasih.









Daftar Pustaka
( BAB II )
Fandy Tjiptono, 1996. Manajemen Jasa. Yogyakarta: Andi Ofset ( BAB II )