SISTEM
INFORMASI MANAJEMEN
APLIKASI
TEKNOLOGI INFORMASI
![]() |
Kelompok
III
MP.
C / 6
Hendra
Saputra 12110111080
Giant
Aditya M. P 12110111081
MANAJEMEN PERHOTELAN
FAKULTAS EKONOMIKA & HUMANIORA
UNIVERSITAS DHYANA PURA
2015
APLIKASI
TEKNOLOGI INFORMASI
Pendahuluan
Aplikasi Teknologi Informasi
:
ü
Penawaran Produk & Jasa telah tanpa
batas negara dan geografis
ü
Teknologi
Informasi dipercaya dapat memperbaiki kinerja individu dan organisasi
1.
Bidang – Bidang Teknologi Informasi
2.
Bidang Aplikasi Pendukung Manajemen
Sistem pemrosesan transaksi
/ transaction processing system adalah
bentuk sistem informasi paling sederhana karena fungsinya adalah mencatat data,
memproses data, dan menghasilkan informasi baku. Sistem pemrosesan transaksi (SPT)
selalu dimiliki oleh entitas (perusahaan, organisasi, instansi pemerintah).
Dibandingkan
dengan sistem informasi yang lain SPT memang lebih dibutuhkan perusahaan karena
berfungsi merekam semua aktiva yang ada di dalam perusahaan dan berbagai
kejadian yang ada di dalamnya. SPT dapat diselenggarakan secara manual dan
komputerisasi. Namun dalam era sekarang ini tidak mungkin sebuah perusahaan
tidak menggunakan komputer untuk mengolah data. Bila dijalankan dengan baik
maka SPT akan memberikan manfaat besar bagi perusahaan
Sistem pendukung keputusan / decision support systems
adalah bagian dari sistem informasi
berbasis komputer (termasuk sistem berbasis pengetahuan (manajemen pengetahuan)) yang dipakai untuk mendukung
pengambilan keputusan dalam suatu organisasi atau perusahaan. Dapat
juga dikatakan sebagai sistem komputer yang mengolah data menjadi informasi
untuk mengambil keputusan dari masalah semi-terstruktur yang spesifik.
Menurut Moore and Chang, SPK dapat
digambarkan sebagai sistem yang berkemampuan mendukung analisis ad hoc data,
dan pemodelan keputusan, berorientasi keputusan, orientasi perencanaan masa
depan, dan digunakan pada saat-saat yang tidak biasa.
Tahapan SPK:
·
Definisi
masalah
·
Pengumpulan
data atau elemen informasi yang relevan
·
pengolahan
data menjadi informasi baik dalam bentuk laporan grafik maupun tulisan
·
menentukan
alternatif-alternatif solusi (bisa dalam persentase)
Tujuan dari SPK:
·
Membantu menyelesaikan masalah semi-terstruktur
·
Mendukung manajer dalam mengambil keputusan
·
Meningkatkan efektifitas bukan efisiensi
pengambilan keputusan
Kelompok sistem pendukung keputusan / Group Decision Support System adalah suatu sistem berbasis komputer yang
mendukung kelompok-kelompok orang yang terlibat dalam satu tugas (tujuan)
bersama dan yang menyediakan interfase bagi suatu lingkungan yang digunakan
bersama.
Perangkat Lunak GDSS : Memungkinkan
beberapa pemecah masalah bekerja bersama-sama sebagai satu kelompok untuk
mencapai solusi. Pemecah masalah dapat mewakili sebuah komite atau tim proyek,
para anggota kelompok dapat berkomunikasi secara langsung atau melalui GDSS.
Proses yang terjadi pada GDSS:
1. Mengorganisasi pendapat yang
muncul dalam kelompok
2. Mengumpulkan informasi
3. Mengurutkan berdasar prioritas
4. Mengumpulkan aspek-aspek pendukung
2. Mengumpulkan informasi
3. Mengurutkan berdasar prioritas
4. Mengumpulkan aspek-aspek pendukung

Sistem Informasi Geografis / Geographic Information System adalah sistem informasi
khusus yang mengelola data yang memiliki informasi spasial (bereferensi
keruangan). Atau dalam arti yang lebih sempit, adalah sistem komputer
yang memiliki kemampuan untuk membangun, menyimpan, mengelola dan menampilkan
informasi berefrensi geografis, misalnya data yang diidentifikasi menurut
lokasinya, dalam sebuah database. Para praktisi juga memasukkan orang yang membangun dan
mengoperasikannya dan data sebagai bagian dari sistem ini.
Teknologi Sistem Informasi Geografis
dapat digunakan untuk investigasi
ilmiah, pengelolaan sumber daya, perencanaan pembangunan, kartografi dan perencanaan rute. Misalnya, SIG bisa membantu
perencana untuk secara cepat menghitung waktu tanggap darurat saat terjadi bencana alam,
atau SIG dapat digunaan untuk mencari lahan basah (wetlands)
yang membutuhkan perlindungan dari polusi.
Perangkat Keras (hardware)
Perangkat
keras SIG adalah perangkat-perangkat fisik yang merupakan bagian dari sistem
komputer yang mendukung analisis goegrafi dan pemetaan. Perangkat keras SIG
mempunyai kemampuan untuk menyajikan citra dengan resolusi dan kecepatan yang
tinggi serta mendukung operasioperasi basis data dengan volume data yang besar
secara cepat. Perangkat keras SIG terdiri dari beberapa bagian untuk menginput
data, mengolah data, dan mencetak hasil proses. Berikut ini pembagian
berdasarkan proses :
Perangkat Lunak (software)
Perangkat
lunak digunakan untuk melakukan proses menyimpan, menganalisa, memvisualkan
data-data baik data spasial maupun non-spasial. Perangkat lunak yang harus
terdapat dalam komponen software SIG adalah:
·
Alat
untuk memasukkan dan memanipulasi data SIG
·
Data
Base Management System
(DBMS)
·
Alat
untuk menganalisa data-data
·
Alat
untuk menampilkan data dan hasil analisa
Data
Pada prinsipnya terdapat dua jenis data untuk mendukung SIG
yaitu :
·
Data
Spasial
Data
spasial adalah gambaran nyata suatu wilayah yang terdapat di permukaan bumi.
Umumnya direpresentasikan berupa grafik, peta, gambar dengan format digital dan
disimpan dalam bentuk koordinat x,y (vektor) atau dalam bentuk image (raster)
yang memiliki nilai tertentu.
·
Data
Non Spasial (Atribut)
Data
non spasial adalah data berbentuk tabel dimana tabel tersebut berisi informasi-
informasi yang dimiliki oleh obyek dalam data spasial. Data tersebut berbentuk
data tabular yang saling terintegrasi dengan data spasial yang ada.
Manusia
Manusia merupakan inti elemen dari
SIG karena manusia adalah perencana dan pengguna dari SIG. Pengguna SIG
mempunyai tingkatan seperti pada sistem informasi lainnya, dari tingkat
spesialis teknis yang mendesain dan mengelola sistem sampai pada pengguna yang
menggunakan SIG untuk membantu pekerjaannya sehari-hari.
Metode
Metode yang
digunakan dalam SIG akan berbeda untuk setiap permasalahan. SIG yang baik tergantung
pada aspek desain dan aspek realnya.
Suatu bagian yang menyediakan informasi
bagi eksekuif mengnai kinerja keseluruhan perusahaan. Disingkat dengan EIS. Mengirimkan,
menganalisis, dan menyajikan informasi pada station kerja para pengambil
keputusan yang memberikan gambaran jelas kepadanya mengenai standar penting
serta kejadian-kejadian, sebelum terlambat menanganinya. Data khususnya
gambaran pasar, informasi keuangan, dan statistik industri, dikumpulkan dari
sistem pemrosesan bisnis on-line milik perusahaan dan organisasi pihak ketiga.
Dalam membangun EIS para eksekutif
menggunakan beberapa knsep dasar yang bertujuan memungkinkan para eksekutif
dapat memantau seberapa baiknya knerja perusahaan dalam mencapai tujuannya.
Karasteritik dari system informasi eksekutif
a.
Top
level management
b.
Designed
to the individual
c.
Ties
CEO to all levels
d.
Very
expensive to keep up
e.
Extensive
support staff
f.
3.
Bidang Aplikasi Pendukung Fungsional
Sistem otomatisasi kantor (dalam bahasa Inggris: Office
Automation disingkat OA) didefinisikan sebagai sistem informasi berbasis telekomunikasi yang
mengumpulkan, memproses, menyimpan dan mendistribusikan pesan, dokumen, dan
komunikasi elektronik lainnya antar individu, kelompok kerja dan organisasi.
Otomatisasi kantor terdiri atas semua sistem elektronik formal dan informal terutama yang berkaitan dengan komunikasi informasi kepada dan dari orang yang beradan di dalam maupun di luar perusaahan. Orang yang berada dalam suatu kantor dapat menggunakan otomatisasi kantor untuk berkomunikasi dengan orang yang berada di kantor lain dalam suatu perusahaan, atau dengan orang lain dalam kantor di perusahaan lain.
Para pengguna otomatisasi kantor pada umumnya adalah Manajer, orang yang bertanggung jawab mengelola sumber daya perusahaan, terutama SDM. Profesional, menyumbangkan keahlian khusus yang membedakan mereka dengan sekertaris dan pegawai administrasi. Sekertaris, ditugaskan oleh professional untuk melaksanakan berbagai tugas seperti menangani korespondensi, menjawab telepon dan mengatur jadwal pertemuan.
Otomatisasi kantor terdiri atas semua sistem elektronik formal dan informal terutama yang berkaitan dengan komunikasi informasi kepada dan dari orang yang beradan di dalam maupun di luar perusaahan. Orang yang berada dalam suatu kantor dapat menggunakan otomatisasi kantor untuk berkomunikasi dengan orang yang berada di kantor lain dalam suatu perusahaan, atau dengan orang lain dalam kantor di perusahaan lain.
Para pengguna otomatisasi kantor pada umumnya adalah Manajer, orang yang bertanggung jawab mengelola sumber daya perusahaan, terutama SDM. Profesional, menyumbangkan keahlian khusus yang membedakan mereka dengan sekertaris dan pegawai administrasi. Sekertaris, ditugaskan oleh professional untuk melaksanakan berbagai tugas seperti menangani korespondensi, menjawab telepon dan mengatur jadwal pertemuan.
Perangkat lunak pengolah kata (Bahasa Inggris: word processor) adalah suatu aplikasi komputer yang digunakan untuk produksi
(termasuk penyusunan, penyuntingan, pemformatan, dan kadang pencetakan) segala
jenis bahan yang dapat dicetak. Contoh perangkat lunak pengolah kata adalah Microsoft Word dan OpenOffice.org
Writer
Perangkat lunak pengolahan kata
berbasis windows dan banyak digunakan oleh pemakai komputer adalah Microsoft
Word. Word Processing atau pengolahan kata adalah sekelompok program aplikasi
yang fungsi utamanya adalah untuk membuat dokumen.
Fungsi Utama program pengolahan kata
adalah membuat dokument atau naskah, seperti membuat surat, laporan, karya
tulis, dan lain sebagainya. Dari perkembangan nya fungsi program aplikasi ini
bertambah yaitu dari yang semula merupakan program pengolahan kata, sekarang
bertambah menjadi program yang dapat digunakan untuk membuat dokumen-dokumen
desktop publishing seperti membuat cover, formulir, faksimili, email, web
design dan sebagainya.
Sistem Manajemen Terintegrasi
atau juga jamak disebut sebagai Sistem Manajemen Terpadu yang menjadi salah
satu standar komitmen perusahaan untuk memperhatikan pekerja dan lingkungan di
wilayah kerja dalam melakukan kegiatan usahanya. Sistem ini mencakup perihal
mutu, lingkungan, dan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).
Sistem Manajemen
Terintegrasimengatur bagaimana pegawai bekerja dengan cara yang benar dan aman,
sesuai sistem dan prosedur yang telah ditetapkan untuk mendapatkan mutu hasil
yang direncanakan, tidak mencemari lingkungan dan menjamin keselamatan serta
kesehatan pekerja juga properti.
Secara harfiah pengertian otomasi adalah
teknik untuk membuat perangkat, proses, atau sistem berjalan secara otomatis,
status pada saat dioperasikan secara otomatis, mengendalikan operasi secara
otomatis perangkat, proses, atau sistem dengan alat mekanis atau elektronis
yang menggantikan organ manusia untuk observsi, usaha, dan pengambilan
keputusan. Lawan dari otomasi adalah proses manual.
Sistem otomasi dapat didefinisikan sebagai suatu
tekhnologi yang berkaitan dengan aplikasi mekanik, elektronik dan sistem yang
berbasis komputer (komputer, PLC atau mikro). Semuanya bergabung menjadi satu
untuk memberikan fungsi terhadap manipulator (mekanik) sehingga akan memiliki
fungsi tertentu.
Ide dasar otomasi:
o
Penggunaan elektrik dan/atau mekanik untuk
menjalankan mesin/alat tertentu
o
Disertai “otak” yang mengendalikan mesin/alat
tersebut.
o
Agar produktivitas meningkat dan ongkos menurun.
4. Bidang Aplikasi Berbasis Teknologi
Kecerdasan Buatan atau Intelegensi Artifisial (bahasa Inggris: Artificial Intelligence atau
hanya disingkat AI) didefinisikan sebagai kecerdasan entitas
ilmiah. Sistem seperti ini umumnya dianggap komputer. Kecerdasan diciptakan dan
dimasukkan ke dalam suatu mesin (komputer) agar dapat melakukan pekerjaan
seperti yang dapat dilakukan manusia. Beberapa macam bidang yang
menggunakan kecerdasan buatan antara lain sistem pakar, permainan
komputer (games),
logika fuzzy, jaringan syaraf tiruan dan robotika.
Virtual reality atau yang disebut
dengan realitas maya adalah teknologi
yang memungkinkan pengguna bisa berinteraksi terhadap objek nyata yang
disimulasikan menggunakan komputer. Virtual memory sebenarnya adalah
lingkungan/ objek yang hanya ada dalam imajinasi yang mempu membangkitkan
suasana 3 dimensi sehingga membuat pengguna seolah-olah terlibat secara fisik.
*Contoh: simulasi penerbangan.
Pilot bisa menggunakan sistem virtual reality untuk melakukan simulasi penerbangan sebelum melakukan penerbangan yang sebenarnya.
Pilot bisa menggunakan sistem virtual reality untuk melakukan simulasi penerbangan sebelum melakukan penerbangan yang sebenarnya.
Piranti Virtual Reality:
-Glove.
piranti masukan yang dapat menangkap gerakan tangan dan mengirim informasi ke sistem.
-Headset.
piranti yang berfungsi untuk memonitor gerakan kepala
-Walker.
piranti yang digunakan untuk memantau gerakan kaki.
Cara Kerja Virtual Reality:
Cara kerja sistem virtual reality adalah seperti ini: Pengguna memperhatikan suatu dunia semu, yang sebetulnya berbentuk gambar-gambar yang bersifat dinamis. Dengan media perangkat headphone atau speaker, pengguna bisa mendengar suara yang realistis. Dengan media headset, glove dan walker, semua gerakan pengguna dipantau oleh sistem kemudian sistem memberikan reaksi yang sesuai. Sehingga seolah-olah pengguna merasakan sedang berada pada situasi yang nyata, dan dapat dirasakan baik secara fisik maupun psikologis.

No comments:
Post a Comment